Friday, 20 September 2019

Rumah DP Nol Rupiah Bukan untuk Warga Miskin, PSI: Bualan Saat Kampanye

Jumat, 19 Oktober 2018 — 15:05 WIB
Grounbreaking yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan.(ikbal)

Grounbreaking yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan.(ikbal)

JAKARTA – Rumah DP nol rupiah adalah program hunian warga miskin yang dijanjikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada kampanye Pilkada DKI 2017 lalu. Namun program rumah yang dubangun tersebut tidak diperuntykan bagi warga miskin Jakarta karena adanya syarat penghasilan Rp4 juta hingga Rp7 juta.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memandang janji Anies – Sandi menghadirkan hunian murah melalui program DP 0 rupiah hanya janji manis.

“Jadi saya kira hari ke hari rakyat akan disuguhi fakta data bahwa apa yang diomongkan pada masa kampanye itu adalah satu hal yang bersifat manis tapi tidak ada buah yang diterima oleh rakyat,” ujar Sekjen PSI, Raja Juli Antoni di Posko Cemara, Jalan Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Tidak hanya DP nol rupiah, Toni juga menyinggung program OK OCE yang dibawa Anies – Sandi. Program kewirausahaan itu disebutnya gagal sehingga tidak layak jika diterapkan pada level nasional. Diketahui Sandi yang telah mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan kini sebagai calon wakil presiden berhasrat mencanangkan program OK OCE secara nasional.

“OKE OCE sudah kita survei di mana-mana justru bangkrut. Jadi bagaimana mungkin mereplikasi apa yang dijanjikan di Jakarta pada level nasional yang ada di Jakarta dengan skup yang kecil aja tidak termanage. Jadi sekali lagi ini adalah bualan atau kebohongan pada masa kampanye dan gak bisa dikerjakan, gak bisa dieksekusi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf itu memandang sepak terjang Sandi di Jakarta selama hampir satu tahun dapat dijadikan acuan pada Pilpres 2019 mendatang.

“Jadi ini pelajaran yang baik bagi rakyat Indonesia melihat track record mas Sandi yang selalu bcara meengatasi pengangguran mengatasi kemiskinan. Sampe hari ini kami kampanye hampir sebulan secara resmi kita tidak menemukan sama sekali apa yang secara konkrit ditawarkan Pak Prabowo – Sandi,” tuntas Toni. (ikbal)