Monday, 27 May 2019

Sewakan Kamar Untuk Praktek Prostitusi, Apartemen Ini Terancam Disegel

Jumat, 19 Oktober 2018 — 17:37 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

BOGOR – Apartemen Bogor Valey yang menyediakan kamar untuk praktek prostitusi online terancam disegel Satpol PP Kota Bogor. Pasalnya apa yang dilakukan oleh apartement itu dinilai menyalahi aturan.

“Kami menyanyangkan bila manajemen apartement menyewakan kamar untuk kegiatan yang salah. Kamar disewakan harian untuk kegiatan transaksi prostitusi ya sudah jelas salah. Makanya managemen dan pengelolanya akan dipanggil,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Pamong Praja, Heri Karnady, Jumat (19/10/2018).

Praktek asusila yang melibatkan pelajar sebagai pemuas nafsu pria hidung belang yang digerebek dipimpin Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, jelas melanggar Perda nomor 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum (tibum) yang termaktub dalam pasal 18 ayat 2.

Sanksi dari Perda ini yakni bisa dilakukan polisional, disegel, denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan selama 3 bulan.

“Kita pelajari dulu pelanggarannya. Tunggu hasil pemanggilan besok. Jika ditemukan ada pelanggaran, kita tindak tegas. Bisa saja disegel,”ujar Hery.

Diberitakan sebelumnya, kamar 18 yang menjadi tempat prostitusi online digerebek
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, pada hari Rabu (17/10/2018) menggerebek apartement Bogor Valey di bilangan Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dari pengerebekan itu, Bima Arya mendapati dua wanita cantik yang masih belia sekitar usia 15 dan 16 tahun.

Ironinya, dalam pemeriksaan, keduanya masih berstatus pelajar. Mereka mengaku sekali kencan dibayar Rp750 ribu.

Satu boks alat kontrasepsi dan alat untuk penggunaan narkoba dan obat keras lainnya ditemukan di lokasi.

Menurut Bima Arya Sugiarto sidak ke Apartemen Bogor Valey karena dia medapat informasi ada praktek prostisuti melalui aplikasi online.

Bima mengatakan bahwa dari keterangan pelaku tdak hanya satu kamar yang bisa disewa namun cukup banyak . “Akan kami telusuri bekerjasama dengan pihak pengelola, memastikan bahwa praktik seperti ini tidak berjalan lagi di sini,” tegasnya. (yopi/b)