Sunday, 18 August 2019

Walikota akan Temui Menteri LHK Terkait Pencemaran Kali Bekasi

Jumat, 19 Oktober 2018 — 21:31 WIB
Walikota Bekasi meninjau langsung pencemaran Kali Bekasi di Bendung Prisdo. (chotim)

Walikota Bekasi meninjau langsung pencemaran Kali Bekasi di Bendung Prisdo. (chotim)

BEKASI  – Pencemaran Kali Bekasi tak kunjung surut, Pemkot Bekasi segera menemui Menteri Lingkungan Hidup. “Ya agar masalahnya cepat selesai, tidak berulang-ulang,” kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Jumat (19/10).

Busa dan air hitam serta bau menjadikan warga Bekasi di sisi kali terganggu. Bahkan ikan juga mati sehingga menimbulkan bau yang amis.

Pencemaran parah terakhir di Kali Bekasi terjadi pada Kamis (18/10) dimana permukaan kali tertutup buih tebal mirip salju.  “Kali Bekasi masih menjadi  sumber air baku bagi masyarakat Kota Bekasi,” katanya.

Kondisi ini bahkan pernah menjadikan produksi air bersih  sempat dihentikan karena limbah yang terkandung di dalam air baku tak bisa diurai. Misalnya, tingkat keasaman yang cukup tinggi, jauh melebihi baku mutu.

Walikota Bekasi bahkan turun langsung ke Bendung Bekasi dan melihat langsung keadaan Kali Bekasi yang penuh dengan pencemaran. Walikota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi dan beberapa pejabat lainnya.

“Hari ini saya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, melihat langsung kondisi Kali Bekasi yang kian memperhatinkan. Akibat pencemaran limbah, yang membuat warna air berubah menjadi hitam, penuh dengan buih dan aroma bau yang menyengat, tentunya ini adalah masalah yang serius,” katanya.

Wali Kota Bekasi juga meminta agar ini menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan ditingkat lokal, provinsi dan pusat. Menurut nya semua pihak harus memikirkan dan bertindak nyata untuk menyelesaikan persoalan limbah yang kian parah merusak Kali Bekasi.

Walikota dalam waktu dekat ini juga berencana untuk menemui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia supaya permasalahan limbah di Kali Bekasi cepat tertangani.

“Kami akan menemui ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, agar permasalahan limbah ini cepat tertangani,” katanya. (chotim/win)