Sunday, 15 September 2019

Kubu Jokowi-Ma’ruf Bicara Data, Sandiaga: Yang Dirasakan Masyarakat Berbeda

Minggu, 21 Oktober 2018 — 14:45 WIB
Cawapres 02 Sandiaga Uno.(yendhi)

Cawapres 02 Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA –  Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menuding data-data yang disebutkan kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi- KH. Ma’ruf Amin terkait kondisi rakyat,  tidak sesuai fakta dilapangan.

Selama ini, Sandiaga selalu berbicara mengenai masalah ekonomi bangsa Indonesia yang berdampak langsung ke masyarakat seperti naiknya harga kebutuhan pokok dan minimnya lapangan pekerjaan.

Pernyataan Sandiaaga disanggah oleh kubu Jokowi-Ma’ruf, sesuai data mereka harga bahan pokok relatif stabil dan angka pengangguran menurun.

“Itu suara rakyat. Saya turun ke masyarakat. Saya tanya di pasar, saya tanya teman milenial, dan itu ga direkayasa, saya tanya “cari kerja susah atau gampang?”, “susah”, “Harga-harga turun atau naik?”, “naik”,” kata Sandiaga di Jalan Jenggala II, Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2018).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut tidak mempermasalahkan kubu Jokowi memilih data-data sebagai bahan rujukan. Namun dia mengatakan, itu sebagai tanda adanya jarak antara masyarakat dengan pemerintah karena memilih data ketimbang fakta keluhan langsung warga.

“Saya fokus ke masyarakat karena nanti yang menentukan pilihan masyarakat dan mereka tidak akan bilang ‘wah data-data begini’, mereka akan membandingkan dengan kehidupan mereka 4 tahun lalu, saya lebih sejahtera atau tidak, tabungan saya lebih ada atau tidak, nyari kerja lebih mudah atau susah, harga-harga naik apa turun, simple aja,” ujar dia.

Pengusaha sukses yang akrab disapa Sandi ini tetap mengapresiasi data-data yang dimiliki pemerintah meski tidak sesuai dengan kenyataan di masyarakat. “Tapi yang dirasakan masyarakat berbeda jauh dengan data-data tersebut,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya, kubu Jokowi-Ma’ruf membantah klaim Sandiaga yang menyebut harga kebutuhan pokok semakin mahal dalam empat tahun terakhir. Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas, mengatakan stabilitas harga pangan saat ini stabil sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2015  hingga September 2018, inflasi selalu di bawah angka empat persen.

“Isu bahwa harga bahan pokok melonjak justru terbukti sebaliknya. Per September 2018, angka inflasi turun sampai angka 2,88%. Pemerintahan Pak Jokowi berhasil menjaga stabilitas bahan pangan,” ujarnya, Sabtu (20/10/2018).

Politisi muda itu juga mengklaim, pemerintahan Jokowi telah menekan angka pengangguran hingga lima persen. Tsamara menyebut capaian tersebut terendah sejak era reformasi. Selain itu, pembangunan pemerintahan Jokowi mengarah kepada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Dari 4 tahun ini, kita bisa melihat bagaimana Pak Jokowi mengalokasikan anggaran pendidikan  hingga Rp147,56 trilliun pada tahun 2018. Daya saing Indonesia naik hingga peringkat 45 dari 170 negara,” terang Tsamara.  (yendhi/tri)