Tuesday, 20 November 2018

Cinta Perjaka Tua Ditolak Maka Golok Pun Bertindak

Senin, 22 Oktober 2018 — 8:22 WIB
golok bertindak

BARISMAN, 42, kelakuannya seperti Burisrawa wayang kulit! Ketika cintanya ditolak oleh Ngatimi, 26, jadi naik pitam. Pas gadis itu ngobrol dengan tetangga, langsung “ditemu kuwuk” (baca: disergap) dengan sejumlah bacokan. Ngatimi dilarikan ke RSUD Sumberejo, sedangkan Barisman menyerahkan diri.

Banyak lelaki tua tak menikah karena tak laku. Dalam kisah perwayangan, bisa disebut Raden Burisrawa dadi Cindekembang, putra Prabu Salyo. Meski dia anak raja Mandaraka, naksir Sembadra selalu ditolak. Saking kesalnya, Sembadra pun mau diperkaos. Tapi bagi bagi Sembadra, ketimbang tubuhnya tersentuh Burisrawa, lebih baik mati bunuh diri (lakon Sembadra larung).

Agaknya Barisman warga Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro (Jatim), nasibnya tak jauh beda dengan Burisrawa. Sampai usia kepala empat, belum pernah terkena sentuhan wanita. Ibaratnya tentara, dia punya “senjata api” tak pernah dipakai nembak. Sekali dipakai nembak, eh….nyasar ke gedung DPR. Gegerlah para wakil rakyat, hampir saja  isyunya digoreng-goreng.

Apakah Barisman kelompok LGBT? Bukan, wong dia normal-normal saja. Artinya, dia juga punya ketertarikan pada makhluk lawan jenisnya. Tapi ya itu tadi, setiap dia menyatakan I love you pada seorang wanita, selalu ditolak. Untung saja ngalamar gadis tak perlu pakai ijazah. Andaikan pakai, pasti leceklah dia punya ijazah, karena difotokopi melulu.

Entah berapa gadis yang pernah dincarnya sejak dia masih ABG (Anak Baru Gede) sampai ABG (Angkatan Babe Gue) sekarang. Terakhir, dia naksir Ngatimi gadis tetangga sendiri. Tapi ternyata, cinta Barisman kandas seperti kapal nggasrut karang. Ngatimi menolak cintanya, karena perbedaan umur terlalu njomplang. Sekarang masih oke, lha kalau besok usianya sudah emak-emak (40 th)? Mau jadi relawan Sandiaga Uno, Pilpres kan sudah lama lewat.

Mestinya, kalau lamarannya sudah ditolak, ya cari perempuan yang lain, bukankah daun kelor tak selebar dunia? Tapi Barisman bukan begitu. Asal ketemu Ngatimi, selalu ditanyakan, kapan mau menerima cintanya? Lama-lama gadis itu jengkel juga. “Memangnya perempuan hanya saya, kok yang dikejar-kejar saya terus.” Kata Ngatimi sengol (sedikit marah).

Rupanya Barisman jadi tersinggung atas ucapan itu. Kalau saja punya ilmu guna-guna pasti sudah dimainkan ilmu itu. Tapi faktanya, jangankan ilmu guna-guna, wong Ilmu Bumi saja Barisman tidak ngerti karena sekarang sudah berganti jadi Ilmu Geografi.

Tapi gara-gara ucapan kasar Ngatimi, pengin sekali dia kasih pelajaran. Kesempatan itu datang beberapa hari lalu. Pas melihat Ngatimi ngobrol sama tetangga, Barisman menghampiri sambil bawa golok. Ngatimi pun kabur, tapi tetap dikejar. Lalu bet-bet, kepala dan tangan gadis itu kena bacok. Ngatimi dilarikan ke rumah sakit sedangkan Barisman secara jantan menyerahkan diri ke Polres Bojonegoro.

Tapi dia punya kejantanan seumur-umur  nganggur! (Berita Jatim/Gunarso TS)