Monday, 19 August 2019

Perbaikan Jembatan Pitara Depok Dinilai Hanya Hamburkan Dana

Senin, 22 Oktober 2018 — 19:30 WIB
Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala DPUPR setempat Manto J
saat meninjau perbaikan Jembatan Pitara yang amblas bulan Mei 2017
lalu. (dok/anton)

Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala DPUPR setempat Manto J saat meninjau perbaikan Jembatan Pitara yang amblas bulan Mei 2017 lalu. (dok/anton)

DEPOK  – Rencana perbaikan jembatan Pitara di ruas Jalan Raya Pitara, Kelurahan Pancoran Mas, dinilai dinilai hanya menghabur-hamburkan dana miliaran rupiah. Pasalnya, kondisi badan jembatan tersebut masih baik dan baru diperbaiki bulan Mei 2017 lalu.

“Sangat disayangkan saja jika memang jembatan Pitara harus kembali dibongkar dan harus menutup Jl. Raya Pitara yang menjadi jalan utama dari arah Depok Satu menuju jembatan Serong, Cipayung,” kata Ny. Agus S, warga Cagar Alam, Kampung Baru Kel. Pancoran Mas, Depok, Senin (22/10).

Kondisi saat ini badan jembatan Pitara masih cukup baik terlebih setelah diperbaiki bulan Mei 2017 lalu dengan anggaran sekitar Rp 200 juta akibat amblas dibagian pondasinya. Jika dibongkar lagi untuk direhab total terkesan malah menghabur-hamburkan uang ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah.

Menurut dia, pembongkaran atau renovasi total jembatan Pitara malah lebih terkesan dipaksakan sedangkan disejumlah tempat lainnya di wilayah Kota Depok masih banyak jembatan, turap atau jalan yang rusak belum diperbaiki sama sekali.

“Malah terkesan ada kongkalikong antar rekanan dengan jajaran DPUPR Kota Depok,” imbuh ibu tiga anak ini yang berharap jajaran Badan Pengawas Keuangan (BPK) maupun KPK memeriksa atau memantau kegiatan tersebut.

Sudah Sosialisasi

Hal senada dikatakan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan  Pancoran Mas, Mamat Lambet, rencana perbaikan total badan jembatana Pitara yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih belum mendesak diperbaiki dan terkesan malah menghaburkan dana saja.

“Kondisi badan dan seluruh jembatan Pitara masih baik dan bagus setelah diperbaiki bulan Mei 2017 lalu setelah amblas bulan April 2017,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Depok Manto J didampingi Kepala Bidang Jalan dan Jembatan (Kabid Jajem) DPUPR setempat Artanto, mengakui bahwa rencana perbaikan jembatan memang sudah deprogram serta usulan saat jembatan tersebut amblas dan diperbaiki tahun 2017 lalu.

Rencananya pekerjaan mulai Selasa (23/10) seharusnya hari ini (red.Senin, 22/10) namun karena belum siap terpaksa diundur, tuturnya yang pasti kegiatan pekerjaan akan dilakukan untuk masalah penutupan Jl. Raya Pitara yang menjadi jalan utama warga dari arah Depok menuju Jembatan Serong atau sebaliknya tetap akan dilakukan karena sosialisasi sudah dilakukan termauk pemasangan spanduk di sejumlah pertigaan jalan. (anton/win)