Saturday, 17 November 2018

Ketika Rafinha Harus Menghadapi Inter Milan di Liga Champions

Selasa, 23 Oktober 2018 — 5:52 WIB
Rafinha kali ini membela Barcelona saat akan menghadapi Inter Milan (reuters)

Rafinha kali ini membela Barcelona saat akan menghadapi Inter Milan (reuters)

SPANYOL- Setelah melewati laga sulit saat menghadapi Sevilla pada lanjutan Liga Spanyol Minggu (21/10/2018) dinihari Barcelona akan kembali tampil kali ini menjamu Inter Milan pada lanjutan babak penyisihan Grup B Liga Champions, Kamis (25/10/2018) dinihari di Camp Nou.

Kedua tim tampil dengan modal positif karena sama-sama menang di liga domestik masing-masing. Barca menekuk Sevilla 4-2 dan Inter Milan menang tipis 1-0 di Serie A Italia.

Bahkan kedua tim di Grup B Liga Champions sama-sama sudah mengemas dua kali menang sehingga sama-sama mengemas enam poin. Barca berhak di peringkat atas karena menang selisih gol.

Dan kedua tim pada laga nanti akan menentukan siapa yang jadi pemuncak klasemen. Bahkan kemenangan ini bisa menentukan mereka pasti lolos ke babak 16 dari yang sebelumnya dijuliki grup neraka ini.

Oleh karena itu menang adalah wajib bagi kedua tim. Barcelona meski tampil di depan pendukungnya, namun tidak bisa diperkuat sang mega bintang Lionel Messi yang cidera saat bermain melawan Sevilla. Tentu ini jadi pukulan tersendiri melihat performas Inter yang kian menanjak.

Namun ada yang unik dalam laga kali ini yaitu tampilnya Rafinha. Betapa tidak musim lalu pemain berusia 25 ini musim lalu masih membela klub dari Kota Milan Italia dan tampil luar biasa bagusnya.

Lulusan Akademi Lamasia itu sempat dipinjamkan selama enam bulan di Giuseppe Meazza. Bahkan awalnya Inter akan membeli secara permanen sang gelandang itu. Namun nyatatanya dia kembali ke Barcelona Rafinha dan akan menghadapi Inter Milan di Liga Champions .

Bersama Inter, Rafinha mencatat 17 penampilan dan memberikan kontribusi yang cukup besar kepada tim berkostum Hitam-Biru. “Sangat tidak terduga,” ujarnya soal kembalinya dia ke Barcelona.

“Berbicara keputusan Inter, menyakitkan bukan kata yang tepat. Perjalanan di sana berjalan sangat mulus. Saya berhasil mengembalikan kepercayaan diri setelah lama cedera. Rekan satu tim dan fans membuat saya nyaman, seperti di rumah sendiri.

“Saya kembali menjadi pesepakbola. Saya bahagia melakukan apa yang saya suka. Bagi saya, bersama Inter adalah pengalaman luar biasa.”

“Saya terkejut dan menikmatnya. Rekan satu tim saya sempurna dan skuat terasa fantastis. Dukungan besar fans masih ada di hati saya karena mengingatkan saya pada pengalaman sepakbola di Brasil.” (b)