Wednesday, 14 November 2018

Panjang Jari Tangan Mungkin Bisa menjadi Petunjuk Seksualitas Anda

Selasa, 23 Oktober 2018 — 8:03 WIB
Sudahkah Anda melihat panjang telunjuk dan jari manis Anda?

Sudahkah Anda melihat panjang telunjuk dan jari manis Anda?

INGGRIS- Perempuan yang memiliki jari manis dan telunjuk yang panjang kemungkinan besar memiliki kecenderungan menjadi lesbian, kata sebuah penelitian.

Para ilmuwan mengukur jari dari 18 perempuan kembar identik yang terdiri dari satu orang heteroseksual dan seorang gay.

Rata-rata para lesbian dalam penelitian itu memiliki panjang telunjuk dan jari manis yang berbeda di tangan kiri, yang biasanya lebih merupakan ciri lengan pria. Adapun kembarannya yang heteroseks, tangannya ‘normal.’

Peneliti dari Universitas Essex, Inggris, mengatakan, mereka mungkin terpapar banyak testosteron ketika di dalam rahim.

Dalam penelitian ini, ilmuwan juga meneliti jari dari 14 pasangan kembar identik lelaki, yang terdiri dari heteroseksual dan homoseksual atau gay.

Namun mereka tidak menemukan kaitan antara perbedaan panjang jari dan orientasi seksual.

Baik laki-laki dan perempuan terpapar testosteron, hormon ‘laki-laki,’ ketika di dalam rahim – tetapi kemungkinan ada yang terpapar dalam jumlah yang lebih banyak dibanding yang lain, tutur para ilmuwan.

Salah satu peneliti, Dr Tuesday Watt, dari Universitas Essex, mengatakan: “Karena kembar-kembar identik, yang memiliki 100% gen yang sama, bisa memiliki orientasi seksual yang berbeda, maka faktor-faktor selain genetik harus dilihat sebagai faktor pembedanya.”

“Penelitian menunjukkan bahwa seksualitas kita ditentukan di dalam rahim dan tergantung pada jumlah paparan hormon laki-laki atau tergantung pada cara tubuh kita bereaksi terhadap hormon itu”.

“Mereka (perempuan) yang terpapar kadar testosteron dalam jumlah yang lebih banyak kemungkinan besar menjadi biseksual atau homoseksual.

“Hubungan antara kadar hormon dan perbedaan panjang jari ini, membuat panjang tangan seseorang bisa memberikan petunjuk tentang seksualitas mereka.”

Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behaviour.(BBC)