Tuesday, 20 November 2018

Pembacokan Pelajar di Cinere, Dua Remaja jadi Tersangka

Selasa, 23 Oktober 2018 — 0:30 WIB
Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar didampingi Kanit Provos Polsek Limo Ipda Naryo mengamankan barang bukti dua senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban. (Angga)

Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar didampingi Kanit Provos Polsek Limo Ipda Naryo mengamankan barang bukti dua senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban. (Angga)

DEPOK – Anggota Reskrim Polsek Limo menetapkan dua tersangka sebagai pelaku utama dari sepuluh remaja yang diamankan kasus tewasnya Rizky Ramadhan,17, di Jalan Punak , depan Pangkalan Jati Golf, Cinere, Kota Depok, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan dari sepuluh pelaku yang  diamankan anggota Reskrim Polsek Limo penyidik akhirnya menetapkan dua remaja menjadi tersangka atas pembacokan dan kedapatan membawa senjata tajam.

“Telah kita tetapkan dua pelaku yaitu MD,17, yang membawa senjata tajam jenis clurit, dan NF,16, yang menyerang korban dengan menggunakan celurit,”ujarnya kepada poskota didampingi Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar di ruang kerjanya, Senin (22/10) siang.

Perwira jebolan Akpol angkatan 2004 ini menuturkan korban merupakan salah sasaran dari kelompok pelaku yang berasal dari SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Rencana kelompok pelaku mendapat tantangan oleh kelompok pelajar lain untuk tawuran di lokasi TKP. Namun menyangka rombongan motor korban saat kejadian ada lima motor dianggap musuh pelaku langsung diserang,”katanya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari ini mengungkapkan rata-rata pelaku masih berusia dibawah umur penanganan proses hukum akan ditindak lanjuti Bapas Bogor.

“Kedelapan pelaku yaitu dikenakan Pasal 358 tentang penyerangan bersama-sama, lalu pelaku MD, dikenakan Undang-Undang Darurat No.12 tahun 1951 dan NF, dikenakan Pasal 351 ayat 3 yaitu penganiayaan menyebabkan korban meninggal dengan ancaman diatas lima tahun,”tambahnya.

Selain itu Wakil Bidang Kesiswaan SMK 57 Cilandak, Amir Hasan mengatakan selepas mengetahui informasi dari Polsek Limo bahwa ada dugaan siswanya ikut terlibat pihaknya langsung membentum tim investigasi.

“Pada saat kejadian tim kita berhasil menangkap sepuluh pelaku. lalu baru hari ini ada 10 pelajar lagi total ada 20 pelajar diduga terlibat dalam tawuran sudah kita serahkan semua ke Polsek,”ujarnya.

Pihak sekolah menurut Amir pelajar yang terlibat tawuran konsekuensi akan mendapatkan saksi sesuai tata tertib yang ada.

“Sanksi terberat adalah dikeluarkan dari sekolah,”tambahnya. “Informasi yang kita dapatkan dari tim di lapangan sekolah kita sama sekolah Al Hidayah Cilandak sudah janjian mau tawuran melalui instagram saling nantang.”

Terpisah bapak korban, Yahya menambahkan berharap para pelaku yang membunuh Rizky dapat dihukum berat setimpal dengan perbuatannya.

“Anak saya pendiam dan pernah macam-macam. Jika ada keramaian selalu berdiam diri dirumah, jadi tidak mungkin jika berbuat macam-macam apalagi tawuran,”tutupnya. (Angga)