Wednesday, 14 November 2018

Waspadai Efek Samping Diet Mayo Untuk Kesehatan

Selasa, 23 Oktober 2018 — 11:28 WIB
ilustrasi

ilustrasi

 JAKARTA – Punya tubuh langsing dan sehat, jadi dambaan semua orang. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal yang diidamkan, salah satunya dengan mencoba berbagai macam diet.

Salah satu jenis diet yang kini banyak dilakukan masyarakat kia adalah diet mayo. Diet itu merupakan metode pemangkasan berat badan sekaligus sebagai lifestyle diet yang awalnya dibentuk oleh Mayo Clinic yang berbasis di Minnesota.

Diet ini bertujuan untuk membantu orang-orang menurunkan berat badan mereka dengan cara yang sehat. Cara yang dimaksud adalah dengan mengajarkan pelaku diet untuk memilih dan mengonsumsi makanan sehat sesuai pada porsinya.

Diklaim  diet ini bisa membantu pelaku diet menurunkan berat badan sekitar 6 sampai 10 pounds (atau setara dengan 2,7 sampai 4,5 kg) hanya dalam waktu 2 minggu. Wuih! itu berarti dalam sebulan berat badan bisa turun maksimal hingga 9 kilogram.

Sepertinya  cukup menjanjikan. Padahal faktanya,  metode diet mayo yang beredar di sekitar kita sebenarnya punya perbedaan dengan diet mayo yang asli dari Mayo Clinic Minnesota.

Diet mayo aslinya menganut paham “mengatur pola makan dan pola hidup”, bukan membatasi secara ekstrim kebutuhan nutrisi harian kita selama beberapa waktu. Diet mayo versi asli tak sekadar berkutat pada “seberapa banyak makanan yang boleh dikonsumsi” tetapi juga “apa saja perilaku harian yang harus dihindari guna mendukung pola diet yang dijalani”.

Seperti dilansir Keypo, diet mayo yang banyak kita temui di sekitar kita sangat menekan angka kebutuhan kalori harian. Umumnya, kita membutuhkan 1500 sampai 1800 kalori per hari. Sedangkan diet mayo yang banyak dijalani orang mengharuskan mereka hanya mendapatkan kalori sebanyak 500 sampai 800 kalori per hari.

Memotong kebutuhan 1000 kalori per hari bukan hal yang mudah dan biasanya tidak akan bertahan lama. Jadi, tidak heran jika orang yang melakukan diet mayo kembali pada porsi makan biasanya, berat badannya akan naik. Syukur kalau hanya kembali ke angka semula, tapi tak menutup kemungkinan justru jadi lebih tinggi.

Waspadai Efek Samping

Meskipun sampai saat ini diet mayo masih digemari oleh kawula muda karena dianggap paling cepat memperlihatkan hasil (dan menjamurnya catering diet mayo), sebenarnya ada hal-hal terkait diet mayo yang harus diwaspadai

  1. Masalah Pencernaan

Saat melakukan diet mayo (dilansir dari Mayo Clinic Minnesota) adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang berlebihan. Betul, sayur dan buah adalah menu yang disarankan untuk para pelaku diet. Hanya saja, hal ini bisa menimbulkan efek samping terutama bagi pelaku diet yang sebelumnya tergolong jarang mengonsumsi sayur dan buah. Efek yang ditimbulkan biasanya merupakan masalah pencernaan.

  1. Gula Darah Naik

Efek samping yang masih berkaitan dengan konsumsi buah sebagai menu diet mayo ini adalah peningkatan gula darah. Kebanyakan pelaku diet mayo mengonsumsi satu buah tertentu secara berlebihan dan mengurangi asupan makanan lainnya. Pola yang seperti ini justru bisa jadi boomerang bagi pelaku diet, terutama kalau pelaku diet tersebut punya riwayat penyakit diabetes.

Aplikasi diet mayo yang salah memiliki potensi bahaya

  1. Dehidrasi

Sering dengar kalau diet mayo yang disarankan harus mengurangi bahkan memangkas habis konsumsi garam?  Duh! Garam tidak seburuk itu kok sampai harus dihindari. Garam merupakan zat yang memiliki peran dalam tubuh untuk osmosis atau menyerap air dalam tubuh. Akibatnya, pelaku diet justru bisa terserang dehidrasi, yang awalnya dinilai sebagai keberhasilannya untuk diet padahal sebenarnya kekurangan cairan tubuh.

  1. Mual dan Kelelahan

Bayangkan, selama periode diet (yang salah), kita hampir tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan padat dan hanya disarankan mengonsumsi sayur dan buah. Nutrisi tubuh justru tidak terpenuhi dan kita hanya kelebihan beberapa nutrisi saja.

Kalau ada yang merasakan efek samping ini ketika melakukan diet mayo, STOP!  Ini bukan pola diet yang benar dan bisa berujung pada malapetaka. Segera konsultasikan dengan ahli gizi untuk penanganan tepat dan pemilihan pola diet yang sesuai kebutuhan.

Kebanyakan pelaku diet mayo terhasut oleh ‘kesaksian’ beberapa orang yang terlihat berhasil menurunkan berat badan dalam waktu singkat melalui metode ini.

Tapi, pertanyaannya adalah, yakin itu beneran karena diet mayo? Atau yakin itu dalam tubuhnya benar-benar sehat? Semua orang punya kondisi tubuh yang berbeda, artinya penanganan terhadap tubuh satu orang dengan orang lain pun tidak sama.

Hal itu termasuk bagaimana caranya mengatur pola makan, pola hidup, bahkan sampai cara berpikir untuk tetap termotivasi mempertahankan pola hidup sehat.

Lebih bijaklah memilih pola diet dan jangan malas untuk olah raga. (tri)