Tuesday, 20 November 2018

Duda Kasmaran Bini Tetangga Tewas Ditembak Tepat di Dada

Sabtu, 27 Oktober 2018 — 8:20 WIB
nah-ini-dia-27-10-2018

LAGI-LAGI bini tetangga jadi sumber bencana. Gara-garanya, Juwarto, 38, tak tahan lama-lama menduda. Ada bini tetangga “nganggur” karena suami kerja di Malaysia, Ny. Wasinah, 25, dikencaninya. Tentu saja Glemboh, 27, di Malaysia tak terima, pakai pistol belian Juwarto ditembak dadanya dan wasalam.

Menjadi duda atau janda muda, adalah status yang menyiksa bagi yang terkena. Hidup menjadi penuh hari-hari sepi. Namun demikian daya tahan janda lebih kuat ketimbang duda. Janda baru menikah lagi ketika makam suami ditumbuhi rumput. Kalau duda muda, kuburan istri masih merah sudah mbanyaki pengin cari casing baru!

Juwarto warga Klakah Lumajang, sudah beberapa tahun menduda setelah istri meninggal. Ibarat orang ngerokok, biasanya klepas-klepus jadi ahli hisab, kini harus ngaplo (bengong). Kalau rokok masih ada yang nawari, atau minta pun pasti diberi. Lha kalau bini? Mana ada orang pinjam bini tetangga, atau tetangga menawarkan istrinya untuk si duda kesepian? Mau dikaplok Jepang, apa?

Ketika solusi belum ditemukan Juwarto, eh……Gombloh tetangga selang beberapa rumah pergi jadi TKI ke Malaysia. Otomatis istrinya, Wasinah, jadi nganggur di rumah, Maka duda kesepian Juwarto pun berandai-andai. Andaikan bisa mengencani bini Glemboh asyik jruga. Wajah memang biasa, tapi bodinya meck, sekel nan cemekel.

Diam-diam Juwarto mencoba mendekati Wasinah. Kenapa dia begitu pede? Soalnya kan dalam nasib yang sama. Wasinah pasti juga kesepian karena jauh dari suami. Ketimbang sama-sama kesepian tanpa makna, alangkah baiknya berkoalisi saja, kemudian dilanjutkan dengan eksekusi. Kan asyik itu…….

Ramalan Juwarto ternyata tepat tiga angka seperti dukun nomer. Wasinah juga sama-sama kesepian seperti dirinya, hanya saja dia tidak sampai mbebeki, ngajak lelaki, “Godain gue dong!” Wasinah tak begitu menunjukkan bahwa dirinya dalam posisi gatel, yang tak bisa disembuhkan oleh Kalpanax atau pil CTM.

Awalnya Wasinah malu-malu didekati, tapi lama-lama malah malu-maluin! Sebab meski tetangga kanan kirinya saling berdekatan rumahnya, dia tanpa risih menerima Juwarto berkunjung ke rumahnya malam hari pula. Di situ dua-duanya memang sama-sama menemukan apa yang dibutuhkan. Dulu sama-sama kesepian, kini sama-sama keenakan.

Lama-lama skandal itu tercium oleh tetangga, sehingga ada yang kasih kabar pada Glemboh yang jadi TKI di Malaysia dalam posisi jadi tukang batu. Karena posisinya pula, Glemboh tak bisa menyikapi dengan bijak. Tanpa memikirkan resiko di belakang, dia langsung berpikiran bagaimana bisa membinasakan si duda celamitan itu. Glemboh pesen pistol soft gun lewat online seharga Rp 2 juta.

Dengan berbekal pistol Glemboh serta merta pulang ke Lumajang. Setibanya di rumah dia klarifikasi pada istri, benarkah selingkuh dengan Juwarto lelaki sontoloyo itu? Ternyata dia mengangguk dengan alasan kala itu dipaksa dan diancam. Dengan pengakuan Wasinah ini, semakin menguatkan tekad Glemboh untuk melenyapkan Juwarto.

Juwarto yang baru saja naik sepeda motor itu langsung ditembak dadanya, dorrr! Begitu jatuh langsung disusul dengan hantaman di kepala Juwarto. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit, tapi gagal diselamatkan jiwanya. Sedangkan Glemboh diamankan ke Polsek Klakah. “Saya sakit hati, karena dia meniduri istri saya.” Katanya pada polisi.

Kok sampai ditiduri, apakah kurang tidur? (Gunarso TS)