Tuesday, 20 November 2018

Sosok Tepat Pengganti Sandi

Sabtu, 27 Oktober 2018 — 4:58 WIB

HAMPIR tiga bulan lamanya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno, 10 Agustus lalu. Siapa pengganti Sandi masih menjadi misteri karena nama yang beredar pun belum pasti.

Kedua parpol pengusung pasangan Anies – Sandi, yakni Partai Gerindra dan PKS, tampaknya masih belum bersepakat memutuskan siapa dua calon yang bakal diajukan kepada DPRD DKI.

Sesuai aturan main, kedua parpol pengusung memiliki hak untuk mengajukan calonnya. Artinya Partai Gerindra berhak mengajukan calon, begitu pun PKS atau kedua parpol tersebut secara bersama – sama mengajukan calon yang disepakati atau diputuskan bersama.

Persoalan menjadi rumit, sehingga proses pengajuan calon memakan waktu cukup lama karena adanya tarik menarik kepentingan. Masing – masing parpol pengusung berkeinginan agar kadernya yang menduduki kursi wagub.

Tak heran jika muncul opini kedua parpol berebut kursi wagub. Pendapat ini sulit terhindarkan karena masing – masing parpol dengan beragam argumen menyatakan lebih berhak atas kursi wagub.

Jika dikatakan PKS yang lebih berhak , ada benarnya karena sejak awal parpol tersebut tidak mencalonkan kadernya dalam Pilkada DKI. Bahkan, demi koalisi dan suksesi, PKS menarik pencalonan kadernya untuk mendukung calon yang diajukan Gerindra.

Begitu pun kalau dikatakan Gerindra juga berhak mencalonkan kadernya untuk menduduki jabatan wagub, tidak bisa disalahkan karena aturannya menyebutkan demikian.

Pada pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah disebutkan “Dalam hal wakil gubernur DKI Jakarta berhenti karena permintaan sendiri, pengisian wakil gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.”

Meski begitu, dalam konteks pengisian jabatan wakil gubernur DKI, hendaknya kedua parpol pengusung segera bersepakat, sebagaimana ketika berkomitmen mengusung pasangan Anies – Sandi. Jika berlarut, apalagi mengesankan tarik menarik kursi jabatan, akan akan berdampak buruk bagi pencitraan kedua parpol dimaksud. Boleh jadi akan menggerus perolehan suara pada Pileg dan Pilpres.

Kami berharap kursi wagub segera terisi. Tugas wagub tidak sekadar seremonial dan menggantikan gubernur pada kesempatan tertentu. Tapi, memiliki sejumlah tugas khusus, di antaranya mengawasi kinerja Pemprov DKI. Sosok yang dibutuhkan, selain mampu bekerja sama dengan Gubernur Anies, juga berpengalaman di birokrasi, bersih dan memiliki rekam jejak yang baik. (*)