Tuesday, 20 November 2018

Butuh Transportasi Murah dan Nyaman

Senin, 29 Oktober 2018 — 4:41 WIB

PEMBANGUNAN  konstruksi proyek transportasi MRT Transit (Mass Rapid) di Jakarta sudah hampir rampung. Angkutan massal ini digadang-gadang dioperasikan Maret 2019.

MRT Jakarta tahap satu ini akan melewati 13 stasiun antara lain  Stasiun Lebak Bulus,  Fatmawati,  Haji Nawi,  Blok A, Blok M, Sisingamangaraja,  Senayan,  Istora,  Bendungan Hilir,  Setiabudi,  Dukuh Atas, dan terakhir Bundaran HI.

Beroperasinya MRT disebut-sebut mengancam keberadaan Trasjakarta yang beroperasi dengan rute yang sama, terutama trayek buskota bebas hambatan di koridor satu Blok M – Kota.

Bahkan pihak PT MRT terang-terangan mengusulkan penghapusan rute Transjakarta yang berhimpitan dengan jalur MRT fase satu. Alasannya untuk memaksimalkan fungsi keberadaan MRT oleh masyarakat.

Usulan itu sudah diajukan pihaknya ke Gubernur Anies Baswedan, sebab secara prinsip jalur berhimpitan tidak sehat lantaran pemerintah akan membayar subsidi untuk dua moda transportasi di jalur yang sama.

Lain lagi pendapatan pihak PT Transjakarta. Meski kelak ada MRT, berdasarkan survei sebanyak 90 persen masyarakat menginginkan buskota bebas hambatan itu tidak dihapus.

Saat ini Transjakarta Blok M – Kota setiap hari mampu melayani sekitar 90 ribu pelanggan. Karena itu, bila busway koridor satu ini dihapus maka masyarakat akan beralih ke moda transportasi lain  yang justru menambah kemacetan.

Rebutan trayek atau rute dalam bisnis transportasi dan satu pihak berupaya memonopoli trayek tertentu itu biasa.  Arahnya sudah bisa ditebak,  tidak lain agar pemasukan dari hasil penjual tiket  penumpang lebih maksimal.

Adanya ‘rebutan’ rute antara MRT dan Transjakarta membuat Anies dihadapkan pada PR (Pekerjaan Rumah ) yang sulit untuk dipecahkan. Apakah Transjakarta kelak tetap dibiarkan berdampingan bila MRT sudah beroperasi. Atau sebaliknya mengikuti usulan pihak PT MRT.

Memutuskan pilihan yang sulit, Pemprov DKI Jakarta tentu perlu melakukan survei seputar perlu tidaknya Transjakarta dibiarkan melenggang di rute Blok M – Kota bila kelak MRT beroperasi.

Bagi publik,  apapun keputusan Anies yang terpenting ongkos transportasi di Jakarta bisa terjangkau kantong alias  murah, tetapi nyaman, cepat,  dan aman.   @*