Wednesday, 21 November 2018

Mempermudah Identifikasi, Keluarga Korban Lion Air Diminta Segera ke RS Polri

Senin, 29 Oktober 2018 — 18:48 WIB
Kepala Instalansi Kedokteran Forensik RS Polri Kombes Pol Edy P (tengah), di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018).

Kepala Instalansi Kedokteran Forensik RS Polri Kombes Pol Edy P (tengah), di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018).

JAKARTA – Tujuh kantong jenazah telah tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kepala Instalansi kedokteran forensik RS Polri Kombes Pol. Edy P mengimbau bagi keluarga korban pesawat jatuh Lion Air JT-610 agar segera menghubungi pihak RS Polri.

Ia mengatakan kalau mulai Senin (29/10/2018) ini tim DVI telah beroperasi di RS Polri. Sehingga keluarga dari korban pesawat Lion Air yang jatuh dapat segera menghubungi dan mendatangi ruang DVI.

“Kepada seluruh keluarga korban Lion Air untuk menghubungi RS Polri, menghubungi tim antemortem di Ruang DVI, agar bisa melakukan identifikasi terhadap korban yang ada. Karena di sini mulai hari ini dilakukan operasi DVI khusus korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610,” ujar Edy, pada Senin (29/10/2018).

Ia menjelaskan, agar keluarga korban membawa data-data yang diperlukan untuk tim DVI mengidentifikasi korban.

Keluarga korban yang diutamakan untuk melakukan tes DNA dengan korban ialah ibu atau bapak kandung korban, istri, dan anak korban. Lalu diperlukan pula berkas atau dokumen yang memuat sidik jari korban, seperti ijazah.

“Kembali ke DNA, sikat gigi atau segala macam silakan dibawa ke sini. Pakaian terkahir yang belum dicuci boleh dibawa ke sini bisa, mudah-mudahan bisa ketemu DNA-nya. Ketiga dokumen-dokumen pribadi artinya KTP atau apa yang menunjukkan identitas, fotokopi mungkin kalau KTP, SIM, di bawa (saat pergi menuju Pangkal Pinang),” jelas Edy.

Tidak hanya berupa data yang disebutkan di atas, keluarga korban juga dapat menunjukkan foto terakhir dari anggota keluarganya tersebut. Sehingga dapat teridentifikasi pakaian apa yang terakhir dikenakan oleh korban saat berangkat menuju Pangkal Pinang menumpangi pesawat Lion Aor JT-610 tadi.

“Jadi bisa ketauan pakai pakaian terakhirnya apa, pakai jam tangannya apa, pakaian cincin atau cincin akiknya apa, celananya apa, sepatunya apa, kalau bisa ini bisa diidentifikasi. Syukur punya foto gigi dari dokter gigi, minta dokter gigi terdekat untuk foto giginya. Kalau ga ada foto gigi, foto pada saat tersenyum, tersenyum kalau bisa saat tertawa lebar sehingga tampak semua giginya,” ungkapnya.

Sementara itu sejauh ini sudah ada tujuh kantong jenazah yang tiba di RS Polri. Namun ketujuh kantong jenazah tersebut bum dilakukan diperiksa lebih lanjut. (cw2/b)