Tuesday, 20 November 2018

Yang Buta Kan Hanya Mata yang Penting Rasanya Bung!

Senin, 29 Oktober 2018 — 7:59 WIB
dia-buta mata

TERLALU banget si Asmawi, 53, dari Banyuwangi. Berani-beraninya ngaku ustadz hanya untuk mencabuli murid ngajinya, Munisah, 30. Lagi pula, si korban ini kan buta, kenapa tega pula menodai. Tapi kata setan yang jadi sponsor ustadz gadungan ini, “Buta nggak masalah, yang penting rasanya Bung!”

Ustadz adalah sosok yang sangat dihormati, karena dia dianggap ahli agama, yang tahu jalannya membimbing orang ke surga. Tapi yang namanya setan, jika mau menggoda manusia tak pandang bulu. Ustadz asli apa jadi-jadian semuanya disikat pula. Ada yang gagal, tapi banyak yang sukses. Apa lagi bila ketemu ustadz abal-abal yang tujuan sebenarnya sekedar berburu alat vital.

Adalah Asmawi warga  Wongsorejo (Banyuwangi). Lelaki yang aslinya dari Bondowoso ini sudah beberapa waktu lamanya pisah ranjang dengan istrinya. Sebagai lelaki normal dia sangat tersika, sebab sudah beberapa waktu lamanya tak bisa menyalurkan libidonya. Ibaratnya orang ngerokok, berbulan-bulan tak ketemu rokok cengkeh bagaiamana mulut tidak terasa asem?

Di kampungnya tempat dia berasal terlihat, betapa seorang ustadz sangat dihormati warga. Jika ada acara selalu diminta duduk di depan, selalu jadi medan pertanyaan warga yang mengalami kesulitan. Bukan kesulitan keuangan tentunya, tapi masalah sosial yang terhadi di lingkungannya.

Di daerah Wongsorejo tempatnya tinggal kebetulan dia menjadi pengisi acara di  radio swasta. Apa acara itu tak jelas, yang pasti dia banyak penggemarnya. Sampai-sampai keluarga gadis Munisah mempercayai Asmawi untuk mengajari ngaji di rumahnya.

Ditunjuk sebagai guru ngaji, Asmawi yang biasanya di radio berpakaian biasa saja, kini ke rumah Munisah pakai jubah dan songkok. Mungkin biar penampilannya lebih meyakinkan. Mulailah dia mengajari Munisah ngaji, dari hafalan juz’ama. Sebagai lazimnya orang cacat yang punya kelebihan tertentu, Munisah juga cepat hafal segala apa yang diajarkan ustadz Asmawi.

Satu hal menarik dari sosok Manisah ini. Meskipun buta, tapi sebetulnya dia berwajah cantik, dan bodinya sangat menjanjikan dan menggairahkan. Jadi melihat Munisah, anggap saja sedang melihat Luna Maya atau Raisa dalam posisi tidur.

Ternyata pemahaman seperti itu juga dirasakan Asmawi. Setan yang sudah menangkap gejala ini lewat CCTV kalangan setan, langsung menggarap ustadz ini, sehingga Asmawi  makin tertarik untuk berbuat hil-hil yang mustahal. “Buta kan matanya Bleh. Lihat bodinya, yang penting rasanya Bung!”

Demikianlah, di kala istirahat mengaji, Asmawi mulai merayu-rayu Munisah untuk berhubungan layaknya suami istri. Gadis buta itu tak berdaya menolaknya. Tapi sial, ketika Asmawi sedang menggarap korbannya, ada warga yang memergoki. Asmawi pun digerebek dan nyaris dihajar. Untung saja ada polisi yang dengan cepat mengamankannya.

Dalam pemeriksaan Asmawi mengaku dirinya sebetulnya bukan ustadz, hanya bisa mengaji saja. Dia tega melakukan itu karena sudah lama pisah ranjang dengan istri. “Sebagai lelaki, saya benar-benar merasa kesepian, Pak!” kata Asmawi jujur.

Kalau kesepian kan tinggal pukul kaleng atau ember bodol. (Gunarso TS)