Wednesday, 21 November 2018

132 Anggota Keluarga Korban Lion Air Jalani Tes DNA di RS Polri

Selasa, 30 Oktober 2018 — 7:30 WIB
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mendatangi RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin  (29/10). Keluarga akan diambil data antemotemnya. (rihadin)

Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mendatangi RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (29/10). Keluarga akan diambil data antemotemnya. (rihadin)

JAKARTA – Sebanyak 24 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, telah tiba di Post Mortem PS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala RS Polri Kombes Pol Musyafak menjelaskan kalau sampai pukul 23.30 WIB kantong jenazah yang telah diterima RS Polri ada 24 namun untuk jumlah korban, ia mengaku belum dapat memastikannya.

“Ini bisa jadi satu kantong lebih dari satu, kita tak bisa menyampaikan jumlah korban. Perpukul 23.30. Informasi ada masih dua kapal yang mau merapat, kemungkinan bertambah lagi,” ujar Musyafak pada Senin (29/10/2018).

Lebih lanjut ia menerangkan kalau 132 keluarga korban telah mengambil data guna identifikasi korban yang akan mulai dilakukan pada Selasa (30/10/2018) pagi ini.

Berdasarkan informasi yang diterima katanya, sebagian keluarga korban telah melakukan pengambilan sampel DNA.

“Ini masih berjalan dan diharapkan bisa hadir, bisa orang tua dan putra putri untuk pemeriksaan DNA,” tambahnya.

“Ini penting karena korban yang masuk Post Mortem relatif sulit diperiksa, dilihat. Barangkali selain sesuai standar DVI, interpol juga melakukan pemeriksaan lain. Selain di sini, kita melaksanakan kegiatan pos mortem ante mortem,” terang Musyafak.

Sebelumnya diketahui, Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 188 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2/b)