Wednesday, 21 November 2018

Audit Manajemen Keselamatan Penerbangan

Selasa, 30 Oktober 2018 — 4:50 WIB

JATUHNYA pesawat air bus Lion Air JT 610 jenis Boeing 737-800 di Tanjung Karawang, Jabar, Senin (29/10/2018) tercatat sebagai kecelakaan udara terburuk sepanjang tahun ini. Sebanyak 188 penumpang termasuk kru yang ada di dalamnya, diperkirakan tidak ada yang selamat.

Insiden ini menjadi catatan penting bagi stakeholder, baik operator penerbangan maupun instansi terkait untuk tidak abai pada pentingnya manajemen keselamatan penerbangan. Kecelakaan ini terjadi di saat Indonesia mempertahankan peringkat di dunia internasional soal keselamatan penerbangan.

Sesuai hasil audit International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Indonesia sejak akhir tahun 2017, berada pada peringkat 55 dari sebelumnya di posisi 151 soal keselamatan penerbangan. Mempertahankan posisi ini bukanlah perkara mudah.

Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia cukup pesat. Tahun 2017 tercatat jumlah penumpang mencapai lebih dari 100 juta orang, baik penerbangan domestik maupun luar negeri. Begitu pula karbo maupun sektor jasa, menunjukkan trend positif. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kepercayaan publik terhadap sektor transportasi udara.

Penyebab pasti kecelakaan Lion Air masih menunggu hasil invenstigasi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Apakah masalah teknis, kondisi pesawat, human error, cuaca atau penyebab lainnya, belum bisa disimpulkan. Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh adalah pesawat baru dan baru mengantongi 800 jam terbang, sehingga kecelakaan ini menjadi pertanyaan besar.

Insiden jatuhnya pesawat komersil, bisa membuat kepercayaan konsumen terhadap operator penerbangan menurun. Target Indonesia membidik 270 juta penumpang baik domestik maupun internasional pada 20 tahun ke depan, terancam tak tercapai bila kenyamanan dan keamanan penerbangan diabaikan.

Karena itu audit operasional safety management system, atau manajemen keselamatan wajib rutin dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Penyebab kecelakaan Lion Air harus diumumkan secara transparan serta dijadikan bahan evaluasi bagi manajemen penerbangan nasional. Semua berharap, kecelakaan transportasi baik udara. laut maupun di darat bisa diminimalisir. **