Wednesday, 21 November 2018

147 Keluarga Korban Lion Air JT610 Telah Lakukan Pemeriksaan DNA

Rabu, 31 Oktober 2018 — 12:23 WIB
Kepala RS Polri Kombes Pol. Musyafak di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.(cw2)

Kepala RS Polri Kombes Pol. Musyafak di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.(cw2)

JAKARTA – Sebanyak 191 keluarga dari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, telah melaporkan data ke Posko Ante Mortem. Namun belum semuanya melakukan pemeriksaan DNA.

“Tadi malam ada enam keluarga lagi yang datang melapor, jadi sampai pagi hari ini ada 191 keluarga yang telah melapor,” ujar Kepala RS Polri Kombes Pol. Musyafak di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Meski sudah 191 keluarga mengajukan data, namun baru 147 keluarga yang melakukan pemeriksaan DNA. Sejumlah keluarga yang belum bisa melakukan pemeriksaan DNA salah satunya disebabkan oleh data yang kurang lengkap.

“Dari 191, baru 147 yg diambil sampel DNA nya. Jadi kurang 44 keluarga yang belum diambil sampel DNA,” tambahnya

“Dan dimohon keluarga yang telah melapor diharapkan secepatnya untuk melengkapi data-data, termasuk membawa atau mengajak orang tua korban atau putra, putri korban untuk diambil sampel DNA nya,” jelas Musyafak.

Walaupun jumlah korban pesawat Lion Air JT 610 yang dikeluarkan manifest sebanyak 189 orang, tetapi ia menegaskan kalau baik pihak keluarga atau pun pihak teman mau melaporkan data, maka akan ditampung semuanya. Sehingga tidak dibatasi jumlah keluarga yang diperbolehkan melapor.

“Kita tidak mengacu pada manifes. Jadi siapapun yang melapor kita tampung, siapapun yang melapor kita data. Nanti akan terseleksi dengan adanya data pemeriksaan Post Mortem,” pungkas Musyafak. (cw2/tri)