Monday, 10 December 2018

Jokowi : Jangan Ada Teriak Harga-Harga Mahal Nanti Ibu-Ibu di Pasar Marah

Rabu, 31 Oktober 2018 — 6:26 WIB
Joko Widodo blusukan ke pasar  yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa malam, (30/10). (ist)

Joko Widodo blusukan ke pasar yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa malam, (30/10). (ist)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Bogor yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa malam, (30/10/2018) pukul 22:00 WIB.

Blusukan ke pasar tradisional ini dilakukan presiden di luar agenda kerja, dan tujuannya untuk mengetahui harga kebutuhan pokok masyarakat.

Sebelumnya, Jokowi sempat geram karena ada yang berkomentar dengan menuding rakyat menjerit lantaran kebutuhan pokok pada naik.

Saat blusukan tersebut, Jokowi mendatangi jongko pedagang lainnya satu per satu, mulai dari pedagang buah, tempe, hingga ayam. Presiden langsung menanyakan kondisi harga komoditas yang mereka jual.

“Saya hanya ingin melihat angka-angka inflasi itu kan dibawah 3,5 (persen) artinya harga itu stabil dan tadi saya lihat memang beberapa ada penurunan harga ,” kata Presiden seusai peninjauan.

Menurut dia, beberapa komoditas yang harganya turun, antara lain sawi hijau dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, buncis dari biasanya Rp16.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Namun, diakui Kepala Negara, ada juga komoditas yang naik, misalnya alpukat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 dan ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

“Kalau suplai sedikit otomatis harganya naik sedikit. Saya kira dalam perdagangan adalah sesuatu yang biasa,” ujarnya.

Presiden melihat bahwa kondisi harga-harga di pasar ini sejalan dengan kondisi makro ekonomi, terutama berkaitan dengan besaran inflasi. Dengan kondisi harga yang relatif stabil ini, Presiden berharap tidak ada pihak-pihak yang berkata sebaliknya.

“Inflasinya stabil, harga di pasar juga stabil. Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal,” tegasnya.

Presiden menjelaskan dirinya berusaha menjaga stabilitas harga, dan bila terjadi lonjakan harga bahan pokok maka langsung memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga.

Meski demikian, kata Jokowi, dirinya tidak memungkiri jika menyeimbangkan harga antara petani atau peternak dengan konsumen bukanlah perkara mudah.

“Jadi jangan sampai harganya terlalu rendah, peternak nanti teriak-teriak Kalau sayur murah, nanti petani juga teriak rugi. Jadi ini menyeimbangkannya enggak mudah. Kalau teriak mahal nanti yang marah ya ibu-ibu (pembeli),” tandasnya.

Setelah berkeliling dan berinteraksi selama setengah jam, sekira pukul 22:26 WIB, Presiden meninggalkan lokasi. Dalam peninjauan pasar ini, Presiden didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya.(Johara)