Monday, 10 December 2018

Jokowi Minta Tidak Teriak Harga Mahal, Sandiaga: Tidak Perlu Ditutup-tutupi

Rabu, 31 Oktober 2018 — 11:23 WIB
istimewa

istimewa

JAKARTA РPresiden Joko Widodo (Jokowi), sempat meminta agar tidak ada yang berteriak mahal atas harga kebutuhan pokok karena akan membuat kalangan ibu-ibu marah. Hal itu dikatakan setelah Jokowi blusukan ke Pasar Bogor, Selasa (30/10/2018) malam dan memastikan beberapa harga-harga bahan pokok stabil.

Meski dalam kunjungannya Jokowi mengakui ada beberapa harga kebutuhan seperti ayam potong dan buah alpukat yang mengalami kenaikan harga. Namun, dia sebut sedikit kenaikan dalam perdagangan adalah hal yang biasa.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno, yang kerap blusukan ke pasar tradisional dalam setiap kunjungan ke daerah saat kampanye, mengapresiasi tindakan Jokowi yang mulai terjun langsung ke pasar memantau harga dan mendengar keluhan masyarakat.

Sandiaga mengatakan, dirinya beberapa kali menyampaikan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan dan membuat emak-emak mengeluh. Namun, apa yang dia sampaikan murni keluhan warga baik pedagang maupun pembeli.

“Apa yang saya sampaikan itu kan murni dari suara para pedagang yang saya temui, bahwa pasarnya sepi, ada yang bilang bagus Alhamdulillah, ada yang bilang harga nya stabil, ada yang bilang harganya fluktuatif, tergantung saya turunnya di pasar mana,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut mencontohkan, ketika blusukan ke pasar di daerah Pekan Baru, Riau, harga kebutuhan pokok disana mengalami guncangan atau tidak stabil.

“Sekarang pak Presiden juga turun ke pasar, ini menunjukan bahwa Alhamdulillah untuk pertama kalinya pemerintah sekarang ikut memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat, yaitu harga-harga bahan pokok yang di rasakan masyarakat harganya fluktuatif dan cenderung meningkat. Dan itu sangat logis karena dolar-nya naik, banyak produk makanan kita yang diimpor, ya harganya naik juga,” beber dia.

Sandi, sapaan akrab Sandiaga, sepakat dengan Jokowi jika kenaikan harga di pasar adalah yang biasa. Sehingga, tidak perlu ditutup-tutupi kondisi sebenarnya yang dirasakan masyarakat.

“Jadi saya rasa tidak perlu di tutup tutupi. Tapi ada yang stabil, ada yang naik turun itu biasa di pasar. Yang saya syukuri adalah, sekarang pak Presiden turun ikut memperhatikan. Nah, ini menunjukan bahwa 2019 ini referendum ekonomi dan referendum ekonominya Presiden Jokowi bahwa selama ini yang dirasakan masyarakat harga-harga masih fluktuatif naik turun cenderung naik malah membebani,” tandas Sandiaga (yendhi/mb)