Thursday, 19 September 2019

Gerindra Disebut Sendirian Menangkan Prabowo – Sandi

Kamis, 1 November 2018 — 11:02 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia  (PSI) Raja Juli Antoni. (ikbal)

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. (ikbal)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, meyakini mesin politik pemenangan pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno akan mati. Dia menganggap hanya Partai Gerindra yang masih serius memenangkan Prabowo – Sandi.

“Mesin plitik Prabowo Sandi sebentar lagi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Toni mengatakan setidaknya ada empat alasan yang membuat mesin politik koalisi Adil dan  Makmur pengusung pasangan calon nomor urut 02 itu berhenti bekerja. Alasan pertama adalah, Partai Demokrat yang ‘mendua’. Kedua, Partai Amanat Indonesia (PAN) yang mengaku lebih berkonsentrasi dalam Pileg daripada Pilpres.

“Pertama Demokrat sudah mengizinkan kadernya untuk main dua kali. Kedua  Sekjen PAN juga mengakui Caleg mereka tidak mau mengkampanyekan Prabowo Sandi,” terangnya.

Alasan lain, lanjut Toni adalah kisruh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Diketahui, hingga kini, kursi yang ditinggal Sandi masih kosong akibat Gerindra dan PKS tidak kunjung satu suara soal sosok pengganti. Kedua parpol merasa memiliki hak agar kadernya yang menjadi wakil Anies Baswedan.

Ujungnya, dua parpol terlibat ‘perang dingin’. Ancaman pun datang dari PKS yang menyatakan akan ‘mematikan mesin politik’ di DKI dalam pemenangan Prabowo – Sandi. Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik digadang-gadang partai bentukan Prabowo itu menggantikan Sandi.

“Ketiga, PKS yang mematikan mesin politiknya karena urusan wagub DKI. Dan keempat, Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi nampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah,” pungkas Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf itu. (ikbal/mb)