Wednesday, 21 November 2018

Tiga Jaksa Dijadikan Kejaksaan Agung Tersangka Korupsi

Jumat, 2 November 2018 — 21:02 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Tiga Oknum jaksa ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung terkait penyelesaian barang rampasan dan barang sita eksekusi di Korps Adhyaksa.

Ketiga oknum tersebut yakni, Ngalimun, Albertus Sugeng Mulyanto dan Zainal Abidin. “Ketiganya sudah dijadikan tersangka beberapa hari lalu,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman Jumat (2/11/2018).

Ketiga jaksa itu diduga melakukan upaya sita dan melelang aset negara yang tidak sesuai dengan prosedur. Mereka juga hanya menyetor hasil sita dan lelang sebesar Rp 2 miliar yang seharusnya Rp 20 miliar ke Kejaksaan Agung.

Tim Satuan Tugas (Satgassus) Khusus Kejaksaan Agung menyita barang rampasan berupa tiga bidang tanah di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, Puri Kembangan, Jakarta Barat, dan Cisarua, Bogor sehubungan dengan korupsi pengemplang BLBI oleh Bank Harapan Sentosa (BHS) dengan terhukum Hendra Rahardja. “Mereka menyita dan melelang aset tanpa prosedur,” katanya.

Penyitaan lahan di wilayah Jatinegara yang di atasnya berdiri sejumlah rumah mewah dilakukan tanpa melalui pembentukan tim. Bahkan Tim Satgassus langsung melelang aset itu tanpa sepengetahuan dari Kejaksaan Agung. Negara juga tidak mendapatkan pemasukan yang maksimal dari hasil penyitaan aset berupa tanah di wilayah Jatinegara, Cisarua dan Puri Kembangan itu. Aset di wilayah Jatinegara hanya dijual Rp 25 M dan tidak sesuai ketentuan.

Sesuai prosedur, barang rampasan berupa tanah itu seharusnya disita terlebih dulu, baru kemudian dilelang. Dari uang muka Rp 6 M, Tim Satgassus hanya menyetorkan Rp 2 M ke Kejaksaan Agung dari hasil penyitaan dan lelang itu. Sedangkan dari barang rampasan di Jatinegara seluas 7,8 Ha, negara hanya mendapatkan Rp2 M dari nilai transaksi Rp 6 miliar. (Adji/b)