Wednesday, 14 November 2018

Buka Layanan Three in One, Solusi Kemacetan Ekonomi

Selasa, 6 November 2018 — 6:37 WIB
nahinidia-6-11

DKI Jakarta pernah pakai sistem “three in one” untuk mengatasi kemacetan lalulintas. Tapi di Sidoarjo, sistem “three in one” justru diterapkan pasangan Gito, 24, dan istrinya Wiwik, 22, untuk mengatasi kemacetan ekonomi. Tapi sial, saat melayani pelanggan baru  langsung digerebek polisi atas laporan warga.

Kata para motivator, manusia intepreneur banyak punya ide untuk menciptakan peluang usaha. Tapi tentunya peluang usaha yang tidak melawan hukum, tidak bertentangan dengan moral, agama dan etika. Jika idenya yang spektakuler itu justru “ngajak ora omah” (baca: bikin rusak), layak dihentikan polisi.

Salah satu anak muda intepreneur kepepet itu adalah Gito, warga  Tanggulangin. Dia belum lama menikah dengan Wiwik. Tapi selama hidup dalam pernikahan, mereka hanya kaya akan cinta, bukan harta apalagi kebajikan. Ironis  memang, katanya sarjana ekonomi, tapi kok ekonominya morat-marit.

Sebagai lelaki intepreneur, lewat FB Gito menemukan ide, bagaimana mencari duit atau peluang usaha dengan memanfaatkan aset yang ada. Karena aset satu-satunya hanyalah istri, maka Wiwik yang cantik itu hendak dieksploitir untuk menjadi mesin uang dalam rumahtangganya.

Diam-diam Gito pasang iklan di FB bahwa siap melayani lelaki hidung belang yang haus seks, lewat sistem “three in one”. Maksudnya, konsumen bisa kencani istri Gito yang cantik itu dengan dipandu oleh admin itu sendiri. Rupanya peminat cukup banyak, karena tarifnya sekali kencan hanya Rp 500.000,- Lima kali berkunjung, yang ke-6 nanti dapat pelayanan gratis.

Gandra, 35, rupanya tertarik akan iklan FB-nya Gito. Entah sebagai konsumen ke berapa, malam itu dia benar-benar ke rumah admin yang terletak di Kalidawir itu. Ternyata, prosesi “three in one” itu tak perlu di hotel melati atawa berbintang, tapi cukup di teras rumah, di bawah sinar lampu yang temaram.

Malam itu “three in one” tersebut berlangsung. Awalnya Gito kencani istri sendiri sebagai pemanasan. Selanjutnya Gandra selaku konsumen ikut nimbrung. Jika ibaratnya main bulutangkis, mungkin ini yang namanya ganda campuran. Bedanya adalah, badminton kock atau bolanya hanya satu, ini malah dua sekaligus.

Tapi sial rupanya, ulah mereka tengah malam menjelang pukul 01.00 dinihari itu terpantau warga. Mereka pun lapor polisi, sehingga ketiganya tertangkap basah. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Wiwik menjalani karen terpaksa. Kini kasusnya sudah mulai diadili di PN Sidoarjo.

Three in one model bagini, pakai joki nggak ya?
(BJ/Gunarso TS)