Wednesday, 14 November 2018

“Generasi Emas” Tetap Perlu Susu Sapi Tampang Boyolali

Selasa, 6 November 2018 — 8:29 WIB
sususapiboyolali-6-11

CAPRES Prabowo gencar kampanye “Generasi Emas” atau generasi Emak-emak dan anak minum susu, sebagai pengganti “Revolusi Putih” pada Pilpres 2009. Bicara susu sapi, Prabowo tetap perlu susu sapi tampang Boyolali. Tapi ironisnya, beberapa hari lalu Capres No. 02 itu terpeleset, omongannya terkesan melecehkan wajah miskin orang Boyolali.

Prabowo pernah buka kartu, dari kecil tak suka minum susu, beda dengan adiknya, Hasyim, dia gemar sekali. Setelah sama-sama dewasa, Prabowo tampil relatif pendek sementara Hasyim Djojohadikusuma lebih tinggi. Prabowo menyesal, kenapa dulu tidak suka susu.

Seakan sebuah obsesi, saat ikut bursa Pilpres 2009, Cawapresnya Megawati itu getol kampanye minum susu, yang dinamakannya “Revolusi Putih”. Sedari anak-anak baik di sekolah maupun di rumah harus rajin minum susu. Sebab susu bikin ceras otak, membantu pertumbuhan badan. Banyak minum susu di kala muda, biar tua masih rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Saat nyapres 2019, Prabowo ubah “Revolusi Putih” menjadi “Generasi Emas”. Bukan pendukungnya harus pakai gigi emas, tapi dari emak sampai anak-anak harus rajin minum susu. Dan untuk menopang program tersebut, mau tak mau Prabowo membutuhkan pasokan susu sapi tampang Boyolali.

Susu sapi dari daerah ini sangat melegenda, sampai diekspor ke Myanmar segala. Tahun 2016 tercatat,  produksi susu peternak sapi Boyolali telah mencapai 35.421.140 liter (2016) yang merupakan 4,4% dari total produksi dalam negeri atau terbesar di Jawa. Makanya, bicara susu sapi musti ingat sapi Boyolali, sehingga susu sapi tersebut menjadi ikon Kabupaten Boyolali.

Beberapa hari lalu Capres Prabowo kampanye ke Boyolali, yang banyak pula disebut sebagai Mbajul Kesupen atau crocodile forget. Omong sana omong sini di depan pendukung dan relawannya, eh…..Prabowo terpeleset menyebut: tampang miskin orang Boyolali tak pernah masuk hotel bintang lima.

Ketika masuk medsos, jadi rame dan memancing pro kontra. Bahkan di Boyolali rakyatnya demo. Tapi Timses Prabowo enggan minta maaf. Sebab pesan dari omongan Prabowo itu hanyalah: jika Prabowo berhasil jadi Presiden,  kemiskinan itu akan segera dilawan dan dibasminya. – gunarso ts.