Wednesday, 21 November 2018

FPI Klaim Tahu Pihak yang Membuat Habib Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi

Rabu, 7 November 2018 — 11:14 WIB
dokumentasi/toga

dokumentasi/toga

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), sempat berurusan dengan pihak keamanan Arab Saudi. HRS diperiksa kepolisian Arab Saudi gara-gara terdapat bendera hitam bertulis kalimat tauhid di depan rumahnya.

FPI menuding bendera tersebut ulah pihak-pihak yang sengaja ingin memfitnah HRS. Petinggi FPI, Munarman mengklaim mengetahui persis pihak yang ingin mempersulit HRS di Arab Saudi. “Kami, FPI sangat tahu siapa mereka,” ujarnya kepada poskotanews.com, Rabu (7/11/2018).

Namun, Munarman enggan membeberkan kepada publik pihak yang dia maksud. Menurutnya pengetahuan itu cukup untuk kalangan internal FPI. “Tapi biarlah itu menjadi data kami,” imbuhnya.

(Baca: Sempat Diperiksa Polisi Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab Sudah Pulang ke Rumahnya)

Kabar HRS diperiksa kepolisian Arab Saudi beredar luas di media sosial sejak Selasa (6/11/2018). Terdapat dua foto yang beredar di medsos yang menggambarkan HRS saat bersama pihak keamanan Arab Saudi, dan tempat tinggal HRS yang dipasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

FPI menilai pemeriksaan HRS karena ulang yang sengaja ingin memfitnah dan mencelakai HRS di Arab Saudi. “Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS di Mekkah saat ini. Mereka berharap dengan adanya peristiwa tersebut, HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi,” ungkap Munarman.

“Jadi memang sungguh jahat para tukang fitnah tersebut. Tak cukup mereka memfitnah HRS di Indonesia, namun terus mereka lakukan fitnah hingga HRS berada di Saudi, tujuannya hanya satu, yaitu HRS mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka ke HRS,” terang dia. (ikbal/mb)