Wednesday, 14 November 2018

Pemilu Sela AS: Dua Perempuan Muslim Catat Sejarah, Terpilih di Kongres

Rabu, 7 November 2018 — 16:47 WIB
Ilhan Omar merayakan kemenangannya, menjadi satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres AS.

Ilhan Omar merayakan kemenangannya, menjadi satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres AS.

AMERIKA- Partai Demokrat diperkirakan memenangkan sebagian besar kursi di DPR, yang akan merupakan pukulan besar bagi agenda-agenda Presiden Trump.

Mitra BBC di AS, jaringan CBS, memproyeksikan bahwa Demokrat memenangkan 23 kursi yang diperlukan untuk mengambil alih mayoritas di Kongres.

Dua politikus Demokrat Ilhan Oimar (Minnesota) dan Rashida Tlaib (Michigan) diperkirakan mencatat sejarah untuk menjadi dua perempuan Muslim pertama yang terpilih di Kongres.

Betapa pun, kandidat Republik, partai Presiden Donald Trump, diperkirakan tetap menguasai Senat AS, dalam Pemilu Sela yang berlangsung Senin (6/11) waktu setempat atau hari Selasa WIB.

Politikus Demokrat kini bisa melancarkan investigasi terhadap berbagai dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan pemerintahan maupun usaha bisnis Donald Trump, mulai dari urusan pajak hingga dugaan benturan kepentingan.

Para politikus Demokrat juga kini bisa menjegal agenda-agenda legislatif Donald Trump
Dalam Pemilu ini, calon perempuan mendapat sorotan dalam apa yang dianggap sebagai Tahun Perempuan dalam politik Amerika.

Politikus Demokrat daerah pemilihan New York, Alexandria Ocasio-Cortez diperkirakan menjadi perempuan paling muda yang terpilih sebagai anggota DPR di usianya yang baru 29 tahun

Partai Republik tetap menguasai majelis tinggi Kongres dengan kemenangan kunci di Indiana, Texas dan North Dakota.

Partai Presiden Trump itu sebelum Pemilu Sela menguasai Senat dengan keunggulan tipis 51-49.

Namun mereka bisa lebih kuat lagi, setelah pebisnis Republikan Mike Braun mengalahkan seorang Demokrat moderat, Joe Donnelly, petahana di Indiana.

Di Texas, Ted Cruz yang sempat jadi bakal calon presiden, diperkirakan mengalahkan penantangnya, politikus Demokrat yang sedang melesat, Beto O’Rourke.
Demokrat mungkin perlu memenangkan semua pertarungan itu dan mengambil dua kursi Republik, namun sejauh ini satu kursi Demokrat justru dipekirakan lepas.

Pemilu sela AS hari ini akan membentuk politik Amerika selama dua tahun ke depan dan seterusnya.

Presiden Donald Trump memang tidak ikut memperebutkan kursi, tetapi kekuasaannya dalam dua tahun terakhir mendatang akan bergantung pada hasil 6 November.
Siapa yang bertarung?

Pemilihan berlangsung untuk seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, 35 dari 100 kursi di Senat dan 36 dari 50 gubernur negara bagian, juga banyak pejabat publik di negara bagian.

Partai Republik saat ini menguasai kedua majelis Kongres dan Gedung Putih. Tapi muncul perkiraan tentang ‘gelombang baru’ Demokrat.

Dengan puluhan anggota parlemen Republik yang pensiun tahun ini, partai minoritas memiliki kesempatan untuk mengambil alih DPR. Demokrat membutuhkan 20 kursi atau lebih untuk mengendalikan majelis rendah.

Namun di Senat, Partai Republik diperkirakan mungkin bahkan lebih kuat lagi.

Itu karena dari 35 kursi yang dipertarungkan kali ini, 26 adalah kursi Demokrat (termasuk dua independen yang sehaluan dengan mereka) dan hanya sembilan oleh Partai Republik.

Sepuluh kursi Demokrat berada di negara bagian yang mendukung Trump pada Pemilu 2016 – dan lima di antaranya dimenangkan dengan dua digit.(BBC)