Sunday, 26 May 2019

Tidak Berniat Menghina, Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf Soal ‘Tampang Boyolali’

Rabu, 7 November 2018 — 9:01 WIB
Capres 02 Prabowo Subianto dan  oordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.(ist)

Capres 02 Prabowo Subianto dan oordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.(ist)

JAKARTA –  Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait pernyataan dirinya mengenai ‘Tampang Boyolali’ yang menjadi kontroversi belakangan ini.

Prabowo  menyebut  tidak pernah ada niat menghina warga Boyolali tetapi dia meminta maaf jika ada yang tersinggung.

Klarifikasi Prabowo disampaikan dalam sebuah video yang beredar di kalangan wartawan dan di unggah oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam akun media sosial pribadinya.

Dalam video tersebut pertama Dahnil membuka obrolan meminta tanggapan Prabowo perihal ucapan ‘Tampang Boyolali’ saat peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018) yang dituding menghina warga Boyolali.

“Lagi ramai nih pak, katanya pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena menyebut Tampang Boyolali, padahalkan bapak juga tampang Bojongkoneng, gimana pak?,” tanya Dahnil dalam video yang dia unggah, Selasa (6/11/2018) malam.

Prabowo menyampaikan bahwa tuduhan penghinaan itu berlebihan karena tidak ada niat dirinya untuk menghina. Menurutnya, sebutan ‘Tampang Boyolali’ merupakan bahasa persahabatan agar lebih akrab dengan warga Boyolali.

“Saya kira mungkin itu berlebihan ya, itukan cara saya kalau berbicara itu familiar ya istilah bahasa-bahasa bagi seorang temen, jadi audiens waktu itu nggak terlalu besar kader dari partai-partai koalisi peresmian kantor pemenangan. Sambutan saya kira-kira satu jam, mungkin ya 40 menit lebih, itu kan paling hanya dua menit itu (potongan video) dan maksudnya bukan menghina atau apa justru empati,” kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus tersebut menambahkan, dirinya sebenarnya hanya berseloroh dalam artian empati dan solidaritasnya terhadap semua orang bahwa dirinya mengetahui kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini.

“Yang saya permasalahkan adalah ketidak-adilan, kesenjangan, ketimpangan, yang semua orang tahu di Indonesia ini semakin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja jadi maksud saya itu. Ya kalau saya Tampang Bonjong Koneng terimakasih lah,” ungkap Prabowo tertawa.

Dahnil menjelaskan, Bojong Koneng adalah tempat tinggal Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Prabowo pun mengaku sebagai ‘Tampang Bojong Koneng’ sehingga dia minta masyarakat tidak mudah terbawa perasaan (baper).

“Maksud saya tidak negatif tapi kalau ada yang tersinggung saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu,” imbuh Prabowo.

Ketua Umum Partai Geridra tersebut mengaku siap jika sewaktu-waktu diminta berdialog langsung. Prabowo menyampaikan bahwa demokrasi tidak selalu harus dibawa dengan serius, karena akan membuat orang jenuh dan bosan sehingga dirinya menganggap sekali-kali perlu berseloroh ketika sambutan atau pidato.

“Demokrasi kan ya harus dinamis harus dialogis kalau kita nggak boleh joking, nggak boleh becanda ya bosen, tidur mereka semua, capek, kasian. Saya kira begitu maksud saya,” ujar prabowo menyudahi. (yendhi/tri)