Wednesday, 21 November 2018

Anggota DPR Sebut Dua Alasan Ini Penyebab Habib Rizieq Ditangkap Polisi Arab Saudi

Kamis, 8 November 2018 — 11:04 WIB
Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam.  (toga)

Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam. (toga)

JAKARTA – Kabar penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh kepolisian Arab Saudi  karena diduga karena dua alasan.

Anggota Komisi III DPR RI, Abdul Kadir Karding mengatakan, alasan yang pertama yang mungkin dipersoalkan otoritas keamanan Arab Saudi adalah terpampangngnya bendera  hitam bertulis kalimat tauhid dibagian belakang tempat tinggal HRS.

Menurut Karding, bendera semacam itu dianggap Kerajaan Arab Saudi sebagai mempresentasikan golongan ekstrimia seperti halnya ISIS.

“Kasus penahanan terhadap Habib Rizieq itu diduga 2 faktor. Faktor pertama adalah karena pengibaran bendera yang bertuliskan la illa ha illallah itu yang sesungguhnya adalah dalam perspektif dan pengertian kerajaan arab itu adalah bendera ISIS. Bendera teroris,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (8/11/2018).

(Baca : FPI Tuding Intel Indonesia Terkait Habib Rizieq Diperiksa Keamanan Arab Saudi)

Sebelumnya, bendera serupa memunculkan polemik di dalam negeri. Pembakaran bendera oleh Banser yang meyakini sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diprotes sebagian pihak dan hingga menimbulkan gelombang aksi demonstrasi. Para pendemo menilai yang dibakar Banser bukan bendera organisasi yang sudah dilarang itu, melainkan bendera tauhid.

Menurut Karding, reaksi keamanan Arab Saudi saat melihat bendera serupa menempel di rumah HRS membuktikan penolakan terhadap gerakan ekstrimis yang dilambangkan dengan bendera itu sama seperti yang terjadi di Indonesia.

(Baca : Begini Kronologi Penangkapan Habib Rizieq Versi FPI)

“Itu artinya, di negara Arab saja mereka resisten terhadap bendera yang tertulis seperti itu. Tentu ini menunjukkan bahwa apa yang terjadi di indonesia sama dengan di Arab. Di Arab saja menolak, tentu di negara kita juga seperti itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu memprediksi alasan lain atas penangkapan HRS adalah persoalan izin tinggal yang sudah kedaluwarsa.

“Kedua soal overstayed. Artinya, masa visa beliau sudah habis dan melewati batas waktunya. Karena itu harus diberi sanksi atau harus ditangani pemerintah Arab,” tandasnya.

Baca : FPI Sebut Sebelum Ditangkap, CCTV di Rumah Habib Rizieq Dicuri)

Diketahui HRS harus berurusan dengan kepolisian Arab Saudi karena terdapat bendera hitam bertulis kalimat tauhid di tembok belakang rumahnya. FPI menyebut HRS dijebak pihak-pihak tertentu soal pemasangan bendera tersebut. HRS sempat ditahan meski akhirnya dilepas dengan jaminan dan sudah kembali ke rumahnya. (ikbal/tri)