Saturday, 17 November 2018

Gara-Gara Punya Dua Bini Malah Tidak Punya Kepala

Kamis, 8 November 2018 — 7:40 WIB
golok

INI nasib tragis Salim, 53, dari Maluku. Gara-gara istri keduanya, Noya, 35, takut rahasianya punya PIL terbongkar, dia tega menyuruh sang PIL, penggal kepala suaminya. Dan rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Walhasil nasib Salim sungguh tragis, punya dua bini tapi sekarang tak punya kapala alias tewas!

Orang punya dua istri, lagi-lagi harus paralel antara materil dan onderdil. Jika hanya kuwat onderdil tapi lemah materil, takkan awet. Begitu pula yang kuwat materil tapi lemah onderdil, juga terancam ditinggal punya PIL yang lain. Sebab kata orang Jawa, perempuan tak hanya butuh benggol, tapi juga bonggol. Begitu pula sebaliknya.

Salim warga Buru Selatan, Maluku, adalah lelaki yang menganggap dirinya seperti mobil jip. Maksudnya, jip saja punya ban serep, kenapa orang tidak? Maka dia pun kemudian memberanikan diri berpoligami. Istri keduanya ini bernama Noya, lumayan cantik, seksi menggiurka pokoknya.

Tapi ternyata Salim tak berbakat jadi praktisi poligami. Dia pikir asal istri keduanya dipasok duit terus, semuanya selesai. Padahal sebagai bini muda yang masih enerjik, dia juga butuh pasokan onderdil bukan hanya materil. Tapi Salim jarang memberikan, karena kesibukan kerja.

Diam-diam Noya lalu punya PIL bernama Osmed, 32. Bersama anak muda ini, semuanya bisa. Asal ada kesempatan, keduanya memadu kasih. Tapi sial, baru beberapa kali menjalin asmara, sudah ketahuan Salim. Noya yang tahu perangai suaminya, takut sekali bila sampai dibunuh Salim. Bagaimana akal?

Noya-Osmed pun bersekongkol membunuh Salim, ketimbang didahului, lebih baik mendahului. Maka di kala Salim tidur, langsung saja dipenggal kepalanya dan kepala dibuang ke kali. Hanya dalam beberapa jam otak dan pelakunya tertangkap. Karena pembunuhan berencana, keduanya terancam hukuman mati.

Belum dihukum mati, sudah mati cara berfikirnya. (Gunarso TS)