Saturday, 17 November 2018

Sandi: Pasar Anyar Lokasinya Dekat Istana Bogor, Tapi Harga Mahal-mahal

Kamis, 8 November 2018 — 19:43 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (cw6)

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (cw6)

JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa harga-harga di Pasar Anyar Bogor, Jawa Barat, tergolong mahal. Padahal, lokasinya sangat dekat dengan Istana Bogor.

Sandi memang baru saja berkunjung ke Pasar Anyar Bogor. Di sana, ia mengaku bertemu dengan Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Uni Zarni. Sandi mengatakan bahwa Uni Zarni dan pedagang di Pasa Anyar mengeluh lantaran saat ini daya beli turun dan pembeli semakin sepi.

“Mereka keluhkan naiknya biaya transport, listrik dan lain mengurangi volume belanja. Tadi saya yakinkan fokus kita ke ekonomi, ekonomi UMKM. Sama dengan di sini, ekosistem ekonomi pasar kita lindungi, UMKM dan revitalisasi pasar tradisonal yang sedang kita jalankan akan kita tambah, bukan hanya fisik, tapi sistem perpasarannya penantaannya agar bisa naik kelas dan harga stabil dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” ucap Sandi usai menghadiri deklarasi PS19-NKRI di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Sandi melanjutkan, Pasar Anyar merupakan pasar ke-200 yang ia kunjungi dalam satu tahun terakhir. Menurut Sandi, Indonesia saat ini memiliki 300 ribu pasar tradisional, namun tumbuh melambat.

“Sayang tumbuh melambat -8,1 persen sementara pasar modern tubuh 31,1 persen. 9.000 pasar banguanannya sudah tua dan belum direnovasi dan perlu penataan partisipatif kolaboratif bersama dengan UMKM dan pedagang pasarnya. Tadi Pasar Anyar juga akan direvitaliasasi dan pedangang mendukungnya,” kata Sandi.

Pernyataan Sandi, bertolak belakang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Capres petahana itu juga sempat berkunjung ke pasar dan menyebut jika semua harga stabil, tidak ada peningkatan yang signifikan.

Namun, Sandi mengaku tak ingin berdebat dengan Jokowi soal harga. Yang jelas, berdasarkan temuannya, Pasar Anyar Bogor, dekat Istana Bogor harganya terbilang cukup mahal.

“Kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal. Mereka yang ngomong, Uni Zarni yang ngomong, boleh tanya Uni Zarni sendiri Ketua Paguyuban di sana,” katanya.

“Saya tidak mau membantah apa yang disampaikan Bapak Presiden, saya tidak mau menafikan juga yang disampaikan oleh Uni Zarni. Tapi kenyataannya memang begitu. Ada pasar yang harganya tinggi, ada pasar yang harganya rendah dan ini jadi pekerjaan rumah kita untuk stabilkan harga, harga terjangkau nanti di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi,” sambungya.

Lebih jauh, solusi yang akan dilakukan Prabowo-Sandi untuk menstabilkan harga-harga di pasar ialah seperti Jakarta Smart City.

“Itu data-data semuanya sama, harga-harga pasar kita cek perbedaannya. Harga di pasar induk sama, di pasar yang lain kadang-kadang tinggi, itu kita intervensi. Itu tugasnya Pak Arief dulu di PD Pasar Jaya kita punya konsepnya yang seperti itu. Nanti kita bicara konsep menajemen pengelolaan pasar. Manajemen pasokan, kas, kontrol, accounting storage, dan sebagainya,” tandas Sandi. (cw6/win)