Wednesday, 21 November 2018

Wagub Terpilih Wajib Penuhi Janji Sandi

Kamis, 8 November 2018 — 7:03 WIB

KURSI kosong wakil gubernur DKI Jakarta dipastikan diisi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepastian ini setelah hasi rapat Partai Gerindra dan PKS bersepakat menyerahkan pengganti Sandiaga Uno berasal dari partai yang dipimpin Mohammad Sohibul Iman itu.

Mengisi kursi DKI-2, PKS sejauh ini sudah menggadang-gadang dua kader terbaiknya yakni Ahmad Syaikhu (mantan Wakil Walikota Bekasi) dan Agung Yulianto (Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta).
Menjaga kualitas, PKS dan Gerindra membentuk badan khusus untuk menguji kelayakan tokoh yang akan menggantikan Sandiaga alias Sandi. Setelah lolos fit and proper test, dua tokoh atau lebih nantinya disodorkan ke DPRD DKI Jakarta untuk dipilih menjadi wakil gubernur (wagub).

Terkait pengisian kursi DKI-2, Gubernur Anies Baswedan pun tak tinggal diam. Mantan Mendikbud ini mengingatkan siapapun pengganti Sandiaga harus bisa meneruskan visi-misinya dalam memimpin Jakarta.

Berdasarkan catatan, setidaknya ada lima garis besar misi Anies – Sandi dalam memipin Pemprov DKI Jakarta: Pertama menjadikan Jakarta kota aman, sehat, cerdas, berbudaya, dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memeberikan ruang kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakan dan memanusiakan.

Kedua menjadikan Jakarta kota memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengolaan tata ruang.

Ketiga menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya , mengabdi dan melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis, dan berintergritas.

Keempat menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial. Dan kelima menjadikan Jakarta ibu kota yang dinamis sebagai simpul kemajuan Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan kebhinekaan.

Visi-misi maupun janji kampanye Anies-Sandi saat kampanye Pilkada 2017 memang harus diwujudkan. Wagub yang kelak mendapingi Anies juga tidak boleh menghindar dari visi-misi dan janji kampanye tokoh yang digantikan yakni Sandi.

Hanya saja bila pengganti Sandi memiliki ide dan gagasan brilian untuk mengurai persoalan kusut Jakarta, tentu saja boleh disampaikan kepada Anies untuk didiskusikan. Jangan sampai wagub hanya sekadar ban serep dan seperti robot yang tidak boleh berkreasi.

Sepanjang ide dan gagasannya positif serta tidak menabrak visi-misi, bahkan bisa memperkaya solusi tentu Anies perlu mempertimbangkannya. Prinsip publik, siapapun pemipimpin Jakarta, yang terpenting bisa membuat maju kotanya dan bahagia warganya. @*