Wednesday, 21 November 2018

Bayi Korban Lion Air Teridentifikasi Berkat Sidik Jari dan Telapak Kaki

Jumat, 9 November 2018 — 18:57 WIB
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Musyafak (tengah) saat memberikan keterangan pers di RS Polri.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Musyafak (tengah) saat memberikan keterangan pers di RS Polri.

JAKARTA – Rumas Sakit Polri kembali berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, Jumat (9/11/2018).

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Musyafak mengatakan polisi Jumat hari ini berhasil mengidentifikasi enam jenazah. Dari enam korban salah satunya atas nama Kyara Aurine Daniendra, bayi perempuan berusia satu tahun.

“Bayi Kyara Aurine Daniendra berusia satu tahun tiga bulan teridentifikasi media melalui sidik jari,” ujarnya di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Bayi Kyara merupakan satu-satunya korban yang berhasil teridentifikasi hari ini tanpa melalui rekam DNA. Musyafak menambahkan selain dari sidik jari, Kyara juga diidentifikasi melalui data medis, usia dan data foto rontgen.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit olah TKP Pusinafis Bareskrim Polri Kompol Suryanta menjelaskan sidik jari bayi didapatkan melalui sidik telapak jari yang direkam sesaat bayi lahir di rumah sakit. Petugas juga mencocokkan dengan surat keterangan lahir yang dikeluarkan rumah sakit berupa nama orang bayi Kyara.

“Dari sidik telapak jari bayi yang kita ambil, kemudian kita dapat perbandingan dari antemortem berupa sidik telapak kaki yang diambil saat bayi lahir di rumah sakit,” jelasnya.

“Kemudian disertai juga surat kelahiran dari rumah sakit tersebut. Di mana surat tersebut juga menyebutkan nama orang tua, dan susunan keluarga dalam kartu keluarga,” lanjut Suryanta.

Korban yang sudah terdientifikasi hari ini akan diserahkan kepada keluarga korban melalui pihak Lion Air. Hingga hari ini, RS Polri sudah mengidentifikasi 77 penumpang yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 20 orang perempuan.

Berikut enam korban yang berhasil diidentifikasi.

1. Kyara Aurine Daniendra bayi perempuan usia 1 tahun 3 bulan teridentifikasi melalui medis sidik jari

2. Fendi Christanto laki-laki usia 46 tahun teridentifikasi melalui DNA.

3. Darwin Hariyanto laki-laki 51 tahun teridentifikasi melalui DNA.

4. Amni Malibone laki-laki 36 tahun teridentifikasi melalui DNA

5. Murdiman laki-laki 46 tahun teridentifikasi melalui DNA.

6. Muas Efendi laki-laki 57 tahun, teridentifikasi melalui DNA.

(ikbal/b)