Saturday, 17 November 2018

BIN Bantah Terlibat Penangkapan Habib Rizieq

FPI: Kami Nggak Nuduh Satu Lembaga

Jumat, 9 November 2018 — 11:57 WIB
Petinggi FPI, Munarman. (dok/toga)

Petinggi FPI, Munarman. (dok/toga)

JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI), menyatakan tidak pernah menuding Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai dalang penyebab penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh polisi Arab Saudi Senin (5/11/2018) lalu.

Petinggi FPI, Munarman, mengatakan tidak pernah menuduh lembaga, dalam hal ini BIN sebagai perekayasa pemasangan bendera hitam bertulis tauhid di rumah HRS yang berujung pemeriksaan polisi setempat.

“Kami FPI nggak nuduh satu lembaga ya. Perlu clearly itu. FPI hanya menyatakan bahwa apa yang menimpa HRS adalah bentuk dari False Flag Operation, alias operasi bendera palsu. Yang juga adalah ilmu dasar dalam dunia intelijen,” ujarnya kepada poskotanews.com, Jumat (09/11/2019).

( BACA: Dituding Terlibat Penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi, Ini Tanggapan BIN)

Sebelumnya, Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dalam penangkapan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi. Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto menyatakan, tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Dia juga membantah  anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV dirumah HRS. Menurutnya tuduhan itu hanya pandangan sepihak.

Menanggapi BIN, Munarman menilai bantahan yang disampaikan suatu kewajaran. Menurutnya sudah sesuai standar operasi, bantahan dilakukan dalam sebuah operasi hitam intelijen yang terkuak

“Di seluruh dunia standart operation procedure operasi hitam intelijen adalah penyangkalan. Itu ilmu dasar dalam dunia intelijen,” tandasnya.

Dalam insiden penangkapan, FPI menyebut HRS dijebak pihak-pihak tertentu soal pemasangan bendera tersebut. FPI menduga pemasang bendera yang membuatnya harus berurusan dengan kepolisian Arab Saudi berasal dari agen intelijen asal Indonesia. (ikbal,mb)