Saturday, 17 November 2018

Membawa Golok dan Samurai Empat Bandit Ini Menyisir Jalanan Jakarta

Jumat, 9 November 2018 — 16:35 WIB
Senjata tajam ini disita dari komplotan perampok

Senjata tajam ini disita dari komplotan perampok

JAKARTA – Satu dari empat tersangka perampok dilumpuhkan anggota Polsek Palmerah dengan pelor. Tersangka Muhammad Gusti Arizal, 19 terpaksa ditembak lantaran kabur saat diringkus petugas di Jalan Palmerah Barat IV, Palmerah, Jakarta Barat.

Sedangkan tersangka Asep Maulana, 20, Ahmad Rifai, 18, dan Ahmad Yazid, 18, langsung menyerah. Dari catatan kepolisian, komplotan garong ini sudah 11 kali beraksi di sekitaran Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Setiap beraksi mereka tak sungkan melukai korbannya.

Kapolsek Palmerah Jakarta Barat, Kompol Ade Rosa mengatakan pelaku ditangkap setelah anggota reskrim mendapat laporan adanya perampokan di salah satu kios di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat.

Muhammad Gusti Arizal dan Asep Maulana terciduk usai merampok pedagang. Saat itu polisi mengintai dan mendapati keduanya usai merampok, sempat dikejar-kejar sebelum akhirnya tembakan peringatan diletuskan.

“Kedua tersangka saat ditangkapkedapatan membawa golok,” kata Ade, Jumat (9/11).

Dari hasil pemeriksaan, Gusti dan Asep mengaku terlibat perampokan Cafe Ababil, di Jalan Anggrek Rosliana Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat sebulan lalu. Keduanya bersama dengan dua rekannya, Ahmad Rifai, 18, dan Ahmad Yazid, 18, ikut merampok.

Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Afrizal menambahkan, dari penangkapan keduanya kemudian mengembangan dan menangkap Rifai dan Yazid di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari penggrebekan kedua pelaku, polisi terpaksa melutuskan timah panasnya ke arah Gusti. Gusti kemudia mencoba melarikan diri.

Dikatakan, keempatnya merupakan pemain lama. Mereka kerap menyisir jalanan Jakarta dan merampok sejumlah orang menggunakan senjata tajam, seperti golok, parang, handphone dan samurai di 11 lokasi. “Kami masih menghimpun lokasinya,” tukas Afrizal. (ilham/b)