Tuesday, 20 November 2018

Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Patungan untuk Santuni Anak Yatim

Jumat, 9 November 2018 — 15:50 WIB
Pengajian dan santunan anak yatim yang dilakukan pedagang di terminal bus dalam kota Kampung Rambutan. (Ifand)

Pengajian dan santunan anak yatim yang dilakukan pedagang di terminal bus dalam kota Kampung Rambutan. (Ifand)

CIRACAS – Kepedulian pedagang yang ada di terminal bus dalam kota Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, perlu menjadi contoh. Pasalnya, mereka melalukan patungan untuk menggelar pengajian dan menyantuni anak-anak yatim piatu yang ada di sekitar tempat mereka mencari nafkah.

Tarno (49)  salah seorang pedagang mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian para pedagang. Pasalnya, dengan saling berbagi terutama kepada anak-anak yatim piatu yang ada disekitarnya. “Kegiatan ini untuk mengajak pedagang lebih peduli terhadap masyarakat di lingkungan terminal,” katanya, Jumat (9/11).

Untuk menggelar kegiatan itu, kata Tarno, pihaknya setiap bulannya mengumpulkan uang dari pedagang yang memberikan seikhlasnya. Hasilnya, ada yang memberikan uang Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. “Nah uang itu yang digunakan untuk memberi santunan dan makanan saat pengajian,” ujarnya.

Selain uang yang didapat dari patungan itu digunakan untuk pengajian dan santunan, kata Tarno, sisa uang yang didapatkan setiap bulannya di jadikan kas. Uang itu baru akan keluar bila nantinya ada salah satu pedagang yang sakit.

yatim1

“Kami bersyukur atas rukun dan pedulinya para pedagang yang ada di terminal, mudah-mudahan ini bisa terus berlangsung untuk menambah amal ibadah kami semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Terminal bus dalam Kota Kampung Rambutan, Thofik Winanto menambahkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan itu. Dan untuk masalah uang, pihak terminal sama sekali tak mencampuri masalah itu. “Yang ada malah sebagian besar pedagang juga ikut membantu untuk memberikan santunan ke anak-anak yatim,” ujarnya.

Ditambahkan Thofik, selama ini pihaknya hanya memfasilitasi apa yang dilakukan para pedagang. Dengan menyiapkan tempat dan sarana pendukung lainnya, ia berharap kegiatan yang dilakukan setiap bulannya bisa terus digelar dengan baik. “Bahkan dalam setiap pelaksanaan pengajian dan santunan anak yatim, selalu ada donatur yang ikut membantu,” ungkapnya. (Ifand/tri)