Saturday, 17 November 2018

Pencopotan Jabatan Kasatpol PP Depok Tuai Kritik Warga

Jumat, 9 November 2018 — 14:31 WIB
Walikota Depok Muahmmad Idris saat pencopotan Kasatpol PP Depok Yayan Arianto menjadi Asisten Administrasi dan Pembangunan serta menjabat Plt Satpol PP Depok.  (anton)

Walikota Depok Muahmmad Idris saat pencopotan Kasatpol PP Depok Yayan Arianto menjadi Asisten Administrasi dan Pembangunan serta menjabat Plt Satpol PP Depok. (anton)

DEPOK – Kasatpol PP Depok Yayan Arianto, dicopot dari jabatannya oleh Walikota Depok Muhammad Idris dan digantikan dengan pejabat pelaksana tugas atau Plt.

Pencopotan Yayan  ini dilakukan diruang walikota Depok, disaksikan Wakil Walikota Pradi Supriatna, Sekda setempat Mardion dan Kepala Bagian Kepegawain Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) setempat,  Supian Suri, Jumat (9/11/2018).

Pencopotan jabatan kepala satuan polisi pamong praja (Satpol PP) menjadi petugas pelaksana harian (Plt)  Kota Depok menuai kritik dari masyarakat serta sejumlah pertanyaan jajaran Pemkot Depok pasalnya selama satu tahun ini banyak keberhasilan yang diperoleh jajaran tersebut.

“Kinerja jajaran Satpol PP Depok dinilai berhasil dalam melakukan berbagai penertiban dan penindakan baik masalah pedagang Kaki 5, penyegelan dan pembongkaran bangunan tanpa IMB,  penertiban PMKS dan lainnya, ” ujar Imam,  warga Depok yang hampir setiap hari memantau kondisi Pemkot Depok

Menurutnya, ketegasan dan keberanian Kasatpol PP menanggani PMKS,  spanduk dan reklame,  penertiban lapak pedagang K5 bahkan berani menyegel bangunan tanpa IMB belakangaan ini sangat terlihat. “Makanya  heran jabatan Kasatpol PP Depok dicopot  dan malah dijadikan Plt.”

Nunung,  satu pegawai Pemkot Depok,  juga menyayangkan pencopotan Kasatpol PP Depok Yayan Arianto yang dinilai berani,  tegas dan sederhana bekerja sesuai aturan atau peraturan daerah (Perda)  yang ada di Kota Depok.

“Info yang terdengar di pegawai Pemkot Depok karena berani dan tegas serta tidak ada kompromi membuat pejabat di Depok geram dan kesal sehingga Kasatpol PP Depok Yayan Arianto dicopot atau ‘dibuang’ menjadi asisten administrasi dan pemerintahan di Pemkot Depok.

Bahkan,  tambah dia,  kegiatan penyegelan dan pembongkaran bangunan tanpa IMB yang kerap dilakukan jajaran Satpol PP sebagai penegak Perda Kota Depok malah dituduh kerap ‘menzolimi’ para pengembang bermasalah.

“Seharusnya malah didukung karena pengembang wajib bayar pajak dan retribusi ke pemerintah bukan malah anak buah dikorbankan dan mendukung pengembang bermasalah, ” ujarnya kecewa.

Sementara itu,  Yayan Arianto kini diangkat menjadi asisten administrasi dan pemerintahan Kota Depok,  mengatakan tidak ada masalah semua saya lakukan dengan baik.  “Jabatan itu amanah jadi harus dilaksanakan walaupun dimana tugas yang diberikan pimpinan, ” ucapnya yang mengakui tahun 2019 juga sudah pesiun. (anton/tri)