Saturday, 17 November 2018

Penembak Massal di Bar AS Diidentifikasi Sebagai Mantan Marinir

Jumat, 9 November 2018 — 14:25 WIB
FBI tengah mengolah TKP penembakan massal di Thousand Oaks, AS. (reuters)

FBI tengah mengolah TKP penembakan massal di Thousand Oaks, AS. (reuters)

AMERIKA – Seorang pria melepaskan tembakan di sebuah bar yang ramai dengan mahasiswa di negara bagian California, AS, dan menewaskan 12 orang termasuk seorang wakil sheriff, Rabu (7/11/2018) malam waktu setempat. Polisi mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Ian David Long, berusia 28 tahun.

Sheriff Ventura County, Geoff Dean mengatakan, Ian adalah seorang veteran Korps Marinir, dan melepas tembakan secara acak dengan pistol kaliber 45.

( BACAPenembakan di Bar di California, 12 Orang Tewas)

“Senjata itu dirancang di California dengan magasin berisi 10 peluru, dan ia memiliki magasin tambahan,” kata Geoff yang mengatakan jika motif tinadkan pelaku hingga kini masih diselidiki.

Geoff menyebut Ian pernah membuat keributan sehingga polisi dipanggil ke rumahnya pada awal tahun. Disebutkan jika Ian Newbury Park, dekat Thousand Oaks.

Kapten kantor Sheriff Ventura County, Garo Kuredjia,  mengatakan kepada Xinhua bahwa deputi menanggapi segera setelah mereka menerima panggilan tentang penembakan di bar. Sersan Ron Helus yang merespon pertama kali laporan tersebut, menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.

“Ketika dia tiba di tempat kejadian, dia melihat dua petugas Polisi Jalan Raya California (CHP) di luar dengan seorang korban yang keluar dari bar,” kata Garo.

Menurut Garo, Ron yang langsung masuk ke dalam bar, langsung terkapar tak bernyawa setelah ditembak beberapa kali oleh tersangka.

Sementara itu, tersangka juga ditemukan tewas karena luka tembak yang ditimbulkan sendiri.

Meski belum bisa memastikan motif Ian David membunuh banyak orang tak bersalah, namun Garo tak mengesampingkan dugaan jika Ian menderita gangguan kejiwaan.

“Saya bisa berasumsi dia memiliki semacam masalah mental, karena tidak ada orang normal yang akan melakukan tindakan keterlaluan seperti itu dan membunuh orang yang tidak bersalah,” kata Garo. (mb)