Saturday, 17 November 2018

Penyerangan Polsek Penjaringan Lukai Perwira, Begini Kronologinya

Jumat, 9 November 2018 — 8:03 WIB
Barang bukti  yang dibawa pelaku penyerangan Polsek  Penjaringan. (ist)

Barang bukti yang dibawa pelaku penyerangan Polsek Penjaringan. (ist)

JAKARTA – AKP MA Irawan luka di tangan kanan saat Polsek Penjaringan diserang pria 31, Jumat (9/11/2018). Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian polsek tersebut luka saat meredam penyerang yang membabi buta mengamuk dengan golok dan pisau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, membenarkan terjadinya penyerangan tersebut. “Iya (terjadi penyerangan ke Polsek Penjaringan),” ujarnya saat dikonfirmasi Poskotanews.com.

Informasi yang didapat menyebutkan penyerangan terjadi pada pukul 01.35 saat AKP MA Irawan sedang piket di SPK tiba tiba datang pria mengendarai motor. Ia langsung parkir di luar gerbang lalu turun.

(Baca : Polsek Penjaringan Diserang)

Melihat itu, Brigadir Sihite, anggota piket SPK, menegur. Tapi pria itu langsung menyerangnya menggunakan golok dan pisau.

Sihite berupaya menghindar. Ia juga berteriak memberi tahu rekan piket lain.

Pria itu makin nekat. Ia masuk ke lobi SPK lalu menyerang AKP Irawan.

pelaku

Pelaku penyerangan Polsek Penjaringan berhasil diringkus setelah tangannya ditembak petugas.(Ist)

Pria itu melempar pisau yang sebelumnya dipegang di tangan kiri. Ia menyerang perwira polisi itu dengan golok yang ada di tangan kanannya. Senjata tajam itu melukai tangan Irawan.

Pemuda itu kemudian ke memburu polisi lain ke belakang ruang Reserse Kriminal Umim dan Unit Perlindungan erempuan dan Anak (Reskrim dan PPA).

(Pelaku Penyerang Polsek Penjaringan Depresi dan Ingin Mati Ditembak Polisi)

Melihat penyerang mengejar rekannya, petugas piket Reskrim cepat membuka pintu untuk keluar ruangan. Tapi pria itu berbalik lalu menyerang Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto di ruangan itu.

Penyerang memecahkan pintu kaca ruangan4 dengan golok. Ia kemudian menyerang dua polisi tadi.

Aipda Giyarto berupaya meredam serangan dengan meminta menurunkan senjata tajamnya. Tapi pria itu tak menggubris.

Aipda Giyarto melepas tembakan peringatan. Penyerang tidak juga mengindahkannya sehingga Aipda Giyarto menembak pangkal lengan kanan penyerang. Seketika golok yang dipegang pria itu terlempar. Ia langsung dibekuk. (yendhi/yp)