Saturday, 17 November 2018

Soal Penangkapan Habib Rizieq, Sandi: Kita Ingin Semua Warga Negara Dilindungi

Jumat, 9 November 2018 — 11:14 WIB
Habib Rizieq Shihab. (rihadin)

Habib Rizieq Shihab. (rihadin)

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sempat berurusan dengan kepolisian Arab Saudi terkait adanya pemasangan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di kediamannya.

Ia pun disebut telah melaporkan pihak yang memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di kediamannya.

Habin Rizieq menduga pemasang bendera yang membuatnya harus berurusan dengan kepolisian Arab Saudi berasal dari agen intelijen asal Indonesia. Dia juga telah meminta kepolisian Arab Saudi untuk menindaklanjuti dan menginvestigasi laporannya.

Terkait hal tersebut, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyebut jika semua warga negara harus dilindungi, termasuk Habib Rizieq yang saat ini masih berada di Arab Saudi.

(Baca : Dituding Terlibat Penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi, Ini Tanggapan BIN)

“Ya kita ingin semua warga negara dilindungi dan kita ingin fokusnya di ekonomi, jadi harapan kita semua tentunya pemilu ini damai, saling menghormati, saling menghargai,” ucapnya saat mengunjungi Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan, Jumat (9/11/2018).

Cawapres 02 Sandiaga Uno di Pasar Modern BSD.(cw6)

Sementara itu, terkait dengan indikasi keterlibatan Badan Intelejen Negara (BIN) dengan pemasangan bendera tersebut, Sandi memilih tidak menjawabnya.

“Saya tidak mau berkomentar kalau masalah itu,” katanya.

Sebelumnya, BIN membantah terlibat soal kasus penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi

Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan tuduhan BIN mengganggu Habib Rizieq tidaklah benar. Dia juga membantah anggota BIN mengontrak rumah dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV di rumah HRS. Menurutnya tuduhan itu hanya pandangan sepihak.

“Tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima poskotanews.com, Kamis (8/11/2018).(cw6/tri)