Wednesday, 14 November 2018

Takuti Bini Pakai Clurit Malah Ditangkap Polisi

Jumat, 9 November 2018 — 7:25 WIB
kdrt

SEBETULNYA Hendro, 27, ancam bini pakai clurit sekedar menakut-nakuti, agar jangan kelayapan tiap malam. Tapi Ny. Neno, 24, malah teriak histeris, sehingga bikin geger warga. Takut terjadi apa-apa warga pun lapor polisi, dan Hendro pun ditangkap. Di depan polisi dia sumpah-sumpah hanya mau nakut-nakuti.

Lagi-lagi terbukti, punya bini cantik tak selamanya membahagiakan. Kecantikan itu hanya penambah selera belaka. Sebab ibarat orang makan, kecantikan itu sekedar piring kembang. Rasanya nasi sih sama saja, ada yang pulen, mlenyek, bahkan nglethis karena masih setengah mateng. Jika dipaksakan untuk dimakan, bisa bikin perut kembung!

Hendro warga Surabaya, kini merasakan tersiksanya punya bini cantik seperti artis sinetron sejuta episode. Bawaannya cemburu melulu, sebab banyak lelaki yang suka lirak-lirik pada Neno. Jika sekedar lirak-lirik sih nggak papa, paling resikonya mata jereng. Yang terjadi, ada juga yang mengajak pacaran Neno. Ini kan gila, bini orang kok dibawa-bawa seenaknya. Memangnya sepeda motor?

Salah satu lelaki peminat serius Neno adalah Warkiman, 26, yang juga teman Hendro sendiri. Dia suka mengajak Neno jalan-jalan malam hari, ke kafe-kafe. Tadinya Neno ini perempuan lugu, kini jadi doyan keluar malam. Padahal Hendro sendiri kerjanya juga malam, sehingga anak-anak sampai tidak terurus.

Dia pernah menegur Neno, agar jangan kelayapan malam hari, apa lagi jalan berdua-dua dengan Warkiman. Hendro memang khawatir terjadi salah faham, Neno-Warkiman dikepung massa dalam taksi, karena dianggap suka ngomporin orang juga. “Kalau mau ngomporin orang, tunggu usiamu sudah emak-emak.” Kata Hendro saking kesalnya.

Tapi Neno tak menggubris, karena menganggap sepi segala nasihat suami. Karenanya pernah ada wacana di benak Hendro untuk menceraikan saja. Tapi mertua menyarankan, jangan! Kasihan anak-anak. “Sabar sabar ya Nak, orang sabar kekasih Allah. Inalloha ma’a shobirin…..” malah begitu ibu mertoku menasihatinya seperti ustadzah.

Karena anak-anak jadi terlantar, lama-lama stok kesabaran Hendro sudah habis. Begitu melihat Neno pukul 23.00 baru pulang, langsung saja Hendro ambil clurit dan diamang-amangkan ke muka istrinya. Neno bukannya lari, tapi malah teriak histeris. Keruan saja warga sekitarnya geger dan melayat.

Hendro sudah menjelaskan bahwa itu sekedar untuk menakut-nakuti bini, tapi mereka tak percaya. Mengingat suami istri ini tiada hari tanpa ribut macam iklan teh gendul, langsung dilaporkan ke polisi. Ee, polisi benar-benar datang dan Hendro berikut barang bukti clurit diangkut pakai mobil ke Polsek Simokerto. “Bener Pak, saya hanya mau nakut-nakuti saja, tak ada niat mbacok bini.” Kata Hendro pada petugas.

Kalau nakut-nakuti kan pakai kain hitam, lalu hemmmooooo……! (*/Gunarso TS)