Wednesday, 14 November 2018

Timses Prabowo: Jokowi Bicara Politik Genderuwo, Itu Durian Runtuh Buat Kami

Jumat, 9 November 2018 — 20:08 WIB
Mardani Ali Sera,  (ist)

Mardani Ali Sera, (ist)

JAKARTA – Pernyataan Presiden Jokowi tentang politik genderuwo, yakni aktivitas politik yang menakut-nakuti rakyat, dianggap kubu Prabowo-Sandi bukan untuk menyindir pihaknya. Di sisi lain, berbagai ungkapan kontroversial Jokowi malah bagai durian runtuh bagi kubunya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera,Jumat (9/11/2018. Ia menilai, Jokowi mengeluarkan statemen kontroversi karena dalam upaya untuk menyaingi Sandiaga Uno yang kini namanya menanjak naik dan poluler, serta disukai masyarakat.

“Pak Jokowi lagi ingin nyaingi Sandi yang ngetop dan kontroversi. Kami sih senang. Pak Jokowi terus buat statement seperti ini akan jadi durian runtuh untuk kami,” kata Mardani.

Di sisi lain, Mardani menyatakan, pihaknya tidak merasa tersindir dengan sebutan politik genderuwo. Menurutnya, jadi politisi tidak boleh gampang tersinggung atau tersindir.

“Tidak. Kami malah senang. Kalau dalam politik itu jangan mudah baper,” ungkap politisi PKS itu. Paper yang ia maksudkan terbawa perasaan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama masyarakat. Jangan sampai terpengaruh dengan politik yang suka menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini.

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” ujarnya. (*/win)