Wednesday, 14 November 2018

Turap Kali Longsor, Jalan Raya Citayam Terancam Putus

Jumat, 9 November 2018 — 20:29 WIB
Longsor tanah,  turap dan batang pohon di Kali Cabang Timur pinggir Jl. Raya Citayam,  Kel. Ratujaya,  Cipayung. (anton)

Longsor tanah, turap dan batang pohon di Kali Cabang Timur pinggir Jl. Raya Citayam, Kel. Ratujaya, Cipayung. (anton)

DEPOK  – Pinggir atau turap Kali Cabang Timur, Jalan Raya Citayam sepanjang 20 meter persis jembatan perumahan Permata Regency Depok,  Kelurahan Ratujaya,  Kecamatan Cipayung, Depok,  longsor. Enam warung ikut ambruk ke badan kali saat hujan kemarin.

Longsor atau ambrolnya turap atau pinggir Kali Cabang Timur pinggir Jl. Raya Citayam dikhawatirkan dapat memutuskan jalan utama yang menghubungkan Depok Lama ke Citayam atau sebaliknya apalagi pondasi atau turap penyangga badan jalan utama juga tergerus lobgsor,  kata Surya,  warga perumahan Permata Regency Depok,  Jumat (9/11).

Sekitar panjang 20 meter dan lebar tiga meter badan jalan tersebut ambrol ke Kali Cabang Timur. Beruntung saat kejadian enam pedagang dan bengkel tamval ban langsung menghindar dari tempatnya usaha sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Husein,  warga lainnya, berharap longsornya turap pinggir jalan utama atau Jl. Raya Citayam secepatnya ditangani pihk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok antisipasi terputusnya Jl. Raya Citayam.

Pakai Anggaran BTT

Namun tentunya jngan asal jadi, imbuhnya yang mengatakan longsornya turap Kali Cabang Timur menjadi kejadian ke dua kurun waktu seminggu ini setelah longsor di Kali Mampang yang tengah ada perbaikan atau pekerjaan Jembatab Pitara,  Jl. Raya Pitara,  Depok. “Bahkan sampai Jumat petang longsoran tanah dan batang pohon masih ada belum diangkat pihak DPUPR Depok, ” tuturnya.

Sememtara itu,  Kepala DPUPR Kota Depok Manto J didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di DPUPR setempat Citra Yulianti, mengatakan untuk perbaikan awal pihknya akan membangun atau membuat penyangga turap menggunakan bronjong batu dan cerucuk.

Anggaran fisik untuk perbaikan tahun 2018/2019 di DPUPR Kota Depok sudah tidak ada atau kosong.  Pihaknya,  menurut dia,  akan menggunakan anggaran pemeliharaan dari SDA jika tidak mencukupi terpaksa menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) . (anton/win)