Monday, 10 December 2018

Pemilih yang Mendengarkan Imbauan Ulama, Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandi

Rabu, 14 November 2018 — 19:36 WIB
Peneliti LSI Denny JA,  Ikrama M didampingi Rully Akbar memaparkan temuan survei nasional yang mengangkat tema "Ulama dan Efek Elektoralnya" di kantor Lingkaran Survei Indonesia,  Rawamangun (rihadin)

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama M didampingi Rully Akbar memaparkan temuan survei nasional yang mengangkat tema "Ulama dan Efek Elektoralnya" di kantor Lingkaran Survei Indonesia, Rawamangun (rihadin)

JAKARTA – Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin masih mengungguli rivalnya, yakni  pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, yakni 57,7 persen berbanding 28,6 persen. Hal itu terungkap dalam survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis Rabu (14/11/2018).

“Sementara untuk elektabilitas pasangan capres dan cawapres di Oktober 2018, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul, yaitu di angka 57,7 persen. Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandi berada di angka 28,6 persen,” kata peneliti LSI Ikrama Masloman, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Menurut Ikrama,  elektabilitas Jokowi-Ma’ruf ini tetap unggul dalam pemilih yang mendengarkan imbauan ulama ataupun pemilih yang lebih mendengarkan profesi lain, seperti politikus, pengamat, dan pengusaha.

“Jokowi-Ma’ruf masih unggul, baik di pemilih yang lebih mendengarkan ulama maupun di pemilih yang mendengar profesi selain ulama, kategori lebih mendengarkan imbauan ulama elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di angka 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Subianto di angka 29,3 persen, menjawab rahasia 12,0 persen” ujarnya.

Dlaam penelitian ini juga berupaya mengungkap elektabilitas terkait imbauan di luar ulama. Hasilnya, paslon Jokowi-Ma’ruf juga menunjukkan keunggulan.

“Dan kategori kedua, yaitu kategori lebih mendengarkan imbauan profesi lain selain ulama, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di angka 56,1 persen dan Prabowo-Sandi di angka 24,1 persen, yang menjawab rahasia hanya 11,1 persen,” pungkasnya.

Ikrama mengatakan, survei dilakukan pada 10-19 Oktober 2018. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error sebesar kurang-lebih 2,8 persen. (rihadin/win)