Monday, 10 December 2018

Didampingi Isteri, Sandiaga Ziarah ke Makam Habib Cikini dan Habib Ali Kwitang

Kamis, 15 November 2018 — 14:14 WIB
Sandiaga ziarah ke makam Habib

JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, didampingi istri, Nur Asia Uno, berziarah ke makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Alhabsyi atau Habib Cikini di Jalan Kramat Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Setelah melaksanakan tabur bunga dan menunaikan Shalat Dzuhur berjamaah, Sandiaga langsung melanjutkan berziarah ke makam putra Habib Cikini yakni Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau Habib Ali Kwitang di Jalan Kembang V, Kwitang, Jakarta Pusat.

“Kebetulan saya lagi di Jakarta enam hari di daerah satu hari di jakarta. Mpok Nur ngingetin ini yang di DKI belum di ziarahin. Nah ini kebetulan masih keluarga, kakak ipar saya Ali kakaknya Nur ada habib disini ini adalah habib ali abdurrahman al habsyi yang terkenal di cikini,” kata Sandiaga.

Alasan ziarah sebelum melakukan kegiatan kampanye, lanjut Sandiaga, sebagai ikhtiar berharap ridho dari Allah SWT sekaligus meminta saran dari alim ulama.

“Para habib-habib ini ada punya tokoh agama penyebar agama Islam pertama atau pahlawan yang hadir itu harus kita teladani kita harus muliakan dan kita berharap berkah dari Allah SWT ridho dari Allah SWT kita awali kegiatan kita dengan berziarah,” ungkap Sandiaga.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut menambahkan, kegiatan berziarah juga bisa menumbuhkan ekonomi warga sekitar pemakaman atau dia sebut ekonomi berbasis ziarah.

“itu yang menjadi salah satu titk yang sangat-sangat perlu kita kembangkan ke depan untuk membuka lapangan kerja dan mengangkat kearifan lokal,” tandas Sandiaga.

Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi atau yang populer disebut Habib Cikini merupakan alim ulama kondang yang menyebarkan agama Islam di Batavia. Beliau lahir di Semarang atau anak dari Habib Abdullah Al Habsyi kelahiran Hadramaut, Yaman dan bermukim di Pontianak, Kalimantan Barat.

Habib Cikini wafat pada 1879, beliau pernah menikah dengan Syarifah Rogayah binti Husein bin Yahya atau adik dari Raden Saleh. Namun, tidak diberi keturunan dan kembali menikah dengan Hajah Salmah dari Jatinegara hingga dikaruniai dua putra Habib Ali (Habib Kwitang) serta Habib Abdulqadir.

Sementara Habib Ali Kwitang menjadi tokoh penyiar agama Islam terdepan di Jakarta pada abad 20. Ia wafat di Jakarta, 13 Oktober 1968, pada usia 98 tahun. Ia adalah pendiri dan pimpinan pertama pengajian Majelis Taklim Kwitang. (yendhi/yp)