Saturday, 23 February 2019

Sandiaga Doakan Agung Yulianto yang Diajukan PKS Jadi Cawagub DKI

Kamis, 15 November 2018 — 17:32 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno (yendhi)

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno (yendhi)

JAKARTA  –  Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik didapuknya Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto sebagai calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta pengganti dirinya.

Sandiaga pun sempat bertemu dengan Agung saat menjadi pembicara di Grand Galaxy Convention Hall, Grand Galaxy Park Mall, Jalan Boulevard Raya, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kamis (15/11/2019).

“Tadi ketemu Pak Agung setelah tidak bertemu sekian lama. Jadi kebetulan saja, hari ini diundang dia, HNI, ini perusahaan besutan dia Halal Network International dan sekarang banyak membantu UMKM,” kata Sandiaga.

Pengusaha sukses tersebut lantas mengapresiasi dan menyambut baik Agung Yulianto yang dicalonkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta.

“Kita juga dulu banyak berinteraksi, di dunia entrepreneurship, terus dia mengembangkan wawasan internasional. Sekarang saya lihat dia digadang-gadang jadi Wakil Gubernur, saya doakan sukses. Dia terbukti sukses membangun usahanya. Kebetulan dia juga calon wakil gubernur, jadi saling mendoakan lah agar dimudahkan jalannya,” ungkap Sandiaga.

Dia pun sempat berpesan kepada Agung agar cepat beradaptasi dengan ruangan wakil gubernur jika memang dipercaya menjabat sebagai DKI 2.

“Tadi saya pesan, kalau terpilih jadi Wagub semoga cocok dengan layoutnya kan terbuka jangan sampai tidak cocok dan harus renovasi karena ruangannya sangat besar dan sekarang saya isi dengan TGUPP tim yang muda-muda itu mudah-mudahan dia cocok,” ujar dia.

Kendati demikian, Sandiaga enggan menegaskan apakah lebih mendukung Agung ketimbang kandidat yang lain atau tidak. Dia serahkan keputusan pemilihan wakil gubernur kepada hasil rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

“Saya hanya sebagai masyarakat biasa. Dan itu kewenangannya ada di partai pengusung dan DPRD,” tandas Sandiaga. (Yendhi/win)