Sunday, 15 September 2019

Bupati Pakpak Bharat Kena OTT KPK Miliki Harta Rp54 Miliar, Ini Rinciannya

Minggu, 18 November 2018 — 18:23 WIB
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

JAKARTA – Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (18/11/2018). Dari laporan harta kekayaannya, Remigo tercatat memiliki harta hingga Rp54 Miliar.

Berdasarkan catatan di situs LHKPN KPK, Remigo terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 23 Maret 2016 dengan total sebesar Rp54.477.973.711. Jumlah kekayaannya itu naik bila dibandingkan laporan kekayaan yang ia laporkan sebelumnya pada 15 Juli 2015, Rp52,137 miliar dan 52 ribu dolar AS.

Dalam laporan kekayannya itu, Remigo merinci harta tidak bergerak yang dimiliki berjumlah Rp52,332 miliar. Terdiri dari 15 bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Papak Bharat, Kota Medan, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang, hingga Jakarta Selatan.

Selain itu ia juga memiliki harta bergerak berupa mobil senilai Rp350 juta, dan harta bergerak lainnya di antaranya berupa logam mulia dengan nilai total Rp505 juta.

Tak hanya itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat ini pun memiliki harta yang terdiri dari surat berharga senilai Rp1,116 miliar serta giro dan setara kas lainnya sebesar Rp173,908 juta.

(Baca: Lagi, KPK Ciduk Bupati Lewat OTT)

Remigo ditangkap oleh tim bidang penindakan KPK di Medan, Minggu (18/11/2018) dini hari. Selain Remigo, petugas lembaga antirasuah juga menangkap 5 orang lainnya, meliputi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pakpak Bharat, PNS dan dari pihak swasta.

(BacaKPK Amankan Enam Orang Terkait OTT Bupati Pakpak Bharat)

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, OTT tersebut terkait dengan dugaan transaksi proyek Dinas PU di Pakpak Bharat. KPK pun menduga penerimaan tersebut dilakukan berkali-kali.

“Dengan nilai ratusan juta. Sebagian dari uang tersebut diamankan tim dan akan dibawa ke Jakarta,” ucapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (18/11/2018) siang.

(BacaOTT Bupati Pakpak Bharat, KPK: Penerimaan Berkali-kali Hingga Ratusan Juta)

Remigo kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, setelah diterbangkan dari Medan. Status hukumnya akan disampaikan bersama lima orang lain yang diamankan setelah pemeriksaan intensif selesai. (cw6/ys)