Tuesday, 20 August 2019

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap

Minggu, 18 November 2018 — 22:04 WIB
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB), sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya juga menetapkan Plt Kadis PUPR Pemkab Pakpak Bharat berinisial DAK dan pihak swasta, ASE, sebagai tersangka. Dalam OTT itu, KPK menyita duit Rp150 juta. Uang tersebut terkait dengan fee pelaksanaan proyek tersebut.

“KPK telah meningkatkan penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka diduga sebagai penerima RYB, DAK. Dan HSE,” ucapnya di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).

(BacaBupati Pakpak Bharat Kena OTT KPK Miliki Harta Rp54 Miliar, Ini Rinciannya)

Agus melanjutkan, Remigo diduga menerima duit suap Rp550 juta dari seorang perantara secara tiga kali. “Tanggal 16 November sebesar Rp150 juta, kemudian 17 November Rp250 juta, kemudian yang tadi malam 5 menit sebelum jam 12 saudara RYB menerima Rp150 juta,” kata Agus.

Atas perbuatannya, Remigo dan dua tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cw6/ys)