Thursday, 19 September 2019

KPK: Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Istrinya

Minggu, 18 November 2018 — 22:18 WIB
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (mengenakan jaket lengan panjang biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018). (rihadin)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB), sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, Remigo diduga menerima suap dari orang dekatnya yang bertugas mengumpulkan dana. Uang tersebut juga digunakan Remigo untuk keperluan pribadi. Bahkan, uang itu juga dipakai untuk mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum di Medan.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi bupati termasuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati yang saat ini ditangani penegak hukum di Medan,” kata Agus, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018) malam.

Ketua KPK, Agus Rahardjo didampingi Kepala Pemberitaan KPK, Yuyuk Andriati Iskak saat menunjukkan bukti uang suap yang diduga diterima Petugas menunjukkan bukti uang suap yang diduga diterima Bupati Pakpak Bharat Remigo Remigo Yolanda Berutu. (cw6)

Ketua KPK, Agus Rahardjo didampingi Kepala Pemberitaan KPK, Yuyuk Andriati Iskak, bersama seorang penyidik menunjukkan bukti uang suap yang diduga diterima Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu. (cw6)

(BacaKPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap)

Agus melanjutkan, Remigo diduga menerima duit suap Rp550 juta dari seorang perantara secara tiga kali. “Tanggal 16 November sebesar Rp150 juta, kemudian 17 November Rp250 juta, kemudian yang tadi malam 5 menit sebelum jam 12 saudara RYB menerima Rp150 juta,” imbuh Agus.

Atas perbuatannya, Remigo dan dua tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cw6/ys)