Saturday, 23 March 2019

Sebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme, BIN: Ini Early Warning

Minggu, 18 November 2018 — 13:06 WIB
Ilustrasi. (ist)

Ilustrasi. (ist)

JAKARTA – Badan Intelejen Negara (BIN), telah memetakan 41 masjid di lingkungan pemerintahan di Indonesia yang diduga terpapar radikalisme.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan pada Minggu (18/11/2018). Menurutnya, 41 Masjid yang diduga terpapar radikalisme merupakan hasil survey terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah di masjid tersebut.

“Survey dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN,” ungkap Hari.

Sementara itu, Kasubdit di Direktorat 83 BIN, Arief Tugiman,  dalam diskusi Peran Ormas  Islam dalam NKRI, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, Sabtu (17/11/2018) mengatakan, masjid di kementrian atau lmbaga BUMN perlu dijaga.

“Dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama, tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan,” paparnya.

Upaya BIN  untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan. Selanjutnya dilakukan pemberdayaan Da’i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan menangkas paham radikal di masyarakat.

“Terkait tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terpapar radikalisme, dan 39 persen mahasiswa di 15 Provinsi tertarik dengan paham radikal, benar adanya. Namun data PTN dimaksud hanya disampaikan kepada Pimpinan Universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan universitas tersebut,” tukas Wawan. (Adji/mb)