Wednesday, 24 April 2019

Berlangsung di Insan Muttaqin Islamic School, Wisuda Hafalan Alquran Penuh Haru

Sabtu, 24 November 2018 — 16:00 WIB
Para wisudawan Insan Muttaqin Islamic School bersama para guru dan pengajar usai diwisuda hafalannya. (chotim)

Para wisudawan Insan Muttaqin Islamic School bersama para guru dan pengajar usai diwisuda hafalannya. (chotim)

BEKASIĀ – Alunan shalawat menambah keharuan acara wisuda penghargaan para hafiz (penghafal Alquran) di Insan Muttaqin Islamic School, Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/11/2018) siang. Di antara orangtua murid tampak haru menyaksikan prosesi penghargaan ini.

Alhamdulillah. Ini tahun kedua, yang semoga bisa memotivasi siswa lain untuk menghafal Alquran,” kata H Agus Suripto, pimpinan yayasan.

Sebanyak 42 siswa diwisuda lulus hafalan juz 30. Sebagian mereka, khususnya yang tingkat SMP bahkan diwisuda sudah hafal 1, 2, 3, 4, 5 dam bahkan ada yang sudah 16 juz.

“Padahal, mereka baru satu dua tahun di sini (Insan Muttaqin). Tapi mereka sangat bersemangat,” kata Ust. Faishol Illahy, penanggung jawab kelas tahfidz di sekolah tersebut.

Semangat inilah yang kemudian diagendakan untuk dilakukan prosesi wisuda. Tahun lalu sudah diawali dengan memberi penghargaan kepada siswa tahfidz semacam ini. Acara wisuda digelar bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Para wisudawan tahfidz ini sebelumnya sudah melalui tes hafalan dari tim penguji di sekolah. Saat acara wisuda bahkan dilakukan langsung dites. Orangtua murid dipersilakan mengetas hafalan para wisudawan.

Subhanallah. Semoga ini akan menjadi generasi Quran yang dirindukan umat,” kata Mustakim, orangtua murid.

Seorang wisudawan, M. Nur Cholis, pelajar SMP kelas 8, berhasil mengoleksi 16 juz hafalan. Memang, sebelum masuk anak asal Riau ini sudah punya bekal hafalan. Sehingga, saat ikut program tahfidz tinggal meneruskan dan menyemangi yang lain.

Pelajar ini memang luar biasa. Modal suara yang bersih dan paten, Cholis juga dipilih mengikuti MHQ tingkat Provinsi di Riau. “Dan dia berhasil meraih juara II,” kata Syamsul, satu pengajar.

Sementara, KH Ahmad Fayumi, pimpinan Pesantren Tahfidz Nurul Quran, Bekasi, yang diminta memberi tausiyah memberi apresiasi kepada para wali santri yang telah mendukung anaknya menjadi penghafal Alquran. Hanya saja, dia berpesan agar sebelum menghafal Alquran diperbaiki lebih dulu bacaannya.

“Menghafal Alquran itu mudah, karena Allah SWT yang sudah memberi janji kemudahan menghafal,” katanya.

Insan Muttaqin tergolong sekolah baru yang berani mengembangkan program tahfiz Alquran. Sejumlah pengajar di sana adalah penghafal Alquran. Bahkan, penanggung jaawab program tahfidz, Faishol Ilahy, tahun lalu berhasil menjadi Juara II MHQ tingkat internasional di Bahrain. (chotim/ys)